
Pertamina dan BRI Gandeng TNI AD

Jakarta, (Antara) - PT Pertamina Persero dan PT Bank BRI Persero Tbk menggandeng TNI Angkatan Darat (AD) dalam pelaksanaan bakti sosial di wilayah perbatasan dan daerah tertinggal, dan pemanfaatan jasa layanan perbankan. Penandatangan nota kesepahaman (MoU) itu dilakukan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Dirut BRI Sofyan Basri, dan Dirut Pertamina Karen Agustiawa, di Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat, Senin. KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan kerja sama itu adalah tindak lanjut dari kegiatan yang sudah lama dilakukan antara Mabes AD, BRI dan Pertamina. "Ada kerja sama yang dilanjutkan dan ditingkatkan," kata Pramono. Menurut dia, nota kesepahaman dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu merupakan Operasi Militer selain Perang. Kerja sama dengan dua perusahaan itu lantaran kehadiran TNI AD yang bisa mencapai 24 jam di pulau terdepan, daerah perbatasan. Kedua perusahaan berkeinginan agar bantuannya dapat disalurkan dan tepat sasaran, ujarnya. Masyarakat yang berada di pulau terdepan, kata dia, pendidikan, kesehatan, dan kelayakan hidupnya masih kurang, sehingga masih perlu perhatian. Kehadiran TNI di depan memang tugas kami. Karena itu bagian dari pembangunan bangsa ini, katanya. Pramono mengatakan, sebelum menugaskan prajurit di perbatasan, TNI AD sudah mendidik mereka untuk bisa menjadi guru dadakan atau tenaga membangun rumah dadakan. "Dengan bantuan dari Pertamina dan Bank BRI, kami semakin maksimal menyalurkan bantuan di pulau-pulau terluar," kata Kasad. Pramono mengatakan, jika semua pihak tak memperhatikan pulau terdepan dan wilayah perbatasan, akan sulit mempertahankannya. "Mari kita jaga semua amanah yang telah diberikan," jelasnya. KSAD mengklaim kerja sama dengan sejumlah pihak tidak akan mengganggu tugas utama TNI AD dalam melakukan penjagaan di perbatasan. "Tugas penjagaan perbatasan tetap dilakukan. Kita akan lakukan sinergitas. Kalau masyarakat sejahtera, mereka tak mungkin menggangu kedaulatan," ujarnya. Dirut Pertamina Karen Agustiawa mengatakan kerja sama bakti sosial 2013 akan difokuskan pada tiga bidang, yakni pendidikan, kesehatan dan lingkungan yang merupakan bagian dari program kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR), program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) serta Pertamina Foundation. "Pertamina gelontorkan dana sekitar Rp68,6 miliar," katanya. Pada bidang pendidikan, kontribusi Pertamina akan diwujudkan dengan penyediaan buku-buku untuk perpustakaan, perlengkapan pendidikan anak usia dini dan pemberian beasiswa. Untuk bidang kesehatan bantuan diwujudkan dalam alat-alat kesehatan, mobil ambulance, dan bakti sosial. "Dengan adanya kerja sama ini diharapkan kesejahteraan rakyat bangsa Indonesia di seluruh pelosok negeri, terutama di daerah tertinggal dan perbatasan dapat meningkat," kata Karen. Sementara itu, Dirut PT BRI Persero Sofyan Basir mengatakan kerja sama dengan TNI AD itu tentang pengelolaan program pensiun iuran Pasti dan penyaluran rekening gaji bagi prajurit dan PNS TNI AD. "Dengan penyaluran gaji melalui rekening tabungan, maka prajurit dan PNS TNI AD diberikan kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas transaksi melalui mesin ATM BRI," katanya. Selain itu, Bank BRI menyumbang sebanyak 14 unit laboratorium bahasa multi media, 5 unit ambulans, 121 paket beasiswa bagi putra/putri anggota TNI AD, dan renovasi gedung TK Harjamukti Ditkuad. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
