BBM jenis Premium di Pasaman Barat masih langka

id BBM

Sejumlah kendaraan antre menunggu datangnya BBM jenis premium di SPBU Batang Lingkin Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. (Antara Sumbar/Altas M)

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terus terjadi.

Puluhan kendaraan mengantre untuk mendapatkan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum beberapa hari terakhir.

Pengelola SPBU Batang Lingkin, Santoso mengatakan kelangkaan BBM jenis premium dan sooar itu akibat habisnya stok premium di Pasaman Barat.

Selain itu juga berkurangnya kuota atau jatah premium dari Pertamina Padang. Selain itu terjadinya keterlambatan pengiriman solar beberapa waktu belakangan.

Menurutnya peminat BBM jenis premium masih banyak. Masyarakat rela antre untuk menunggu premium datang.

Setiap premium datang maka kendaraan yang antre bergantian mengisi BBM yang dibantu petugas dan sejumlah satpam.

Secara bergantian kendaraan yang didominasi mobil itu terlihat mengisi BBM secara tertib.

Selain premium sejak bebera hari belakangan ini antrian kendaraan juga terjadi di pompa BBM jenis solar.

Diduga akibat keterlambatan pengiriman, banyak SPBI di Pasaman Barat kehabisan stok solar.

Sementara permintaan di tengah masyarakat terus meningkat seiring dengan tingginya pertumbuhan kendaraan.

Ia mengaku antrian kendaraan setelah mereka kedatangan stok premium dan solar tidak bisa dihindarkan.

Disisi lain diduga akibat pembatasan stok dan banyak SPBU yang tidak menjual premium membuat pengendara menyerbu SPBU yang menjual premium.

Ia memprediksi stok premium yang mereka miliki akan habis lebih awal melihat banyak jumlah pengendara yang mengantre.

Untuk menghindari keributan, petugas SPBU melakukan pembatasan pembelian dari konsumen agar semua pengendara yang mengantre bisa mendapatkan kebagian.

"Kami berharap kedepan pemerintah bisa memberikan solusi agar stok premium dan solar tidak dikurangi dan harga tidak dinaikkan terus," harap salah seorang pengendara, Edwar (38). (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar