Logo Header Antaranews Sumbar

PLN: Total Utang Per Juni Rp200 Triliun

Selasa, 23 Oktober 2012 14:48 WIB
Image Print
PT PLN (Persero).

Jakarta, (ANTARA) - Total utang PT PLN (Persero) yang tercatat sampai dengan Juni 2012 mencapai Rp200 triliun, kata Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan, bagian terbesar dari total utang tersebut adalah obligasi yang mencapai Rp56,9 triliun. "Disusul pinjaman bank untuk 'fast track program' (FTP) atau proyek percepatan pembangunan pembangkit senilai Rp50,7 triliun," katanya. Utang lainnya adalah kewajiban sewa Rp36,7 triliun, penerusan pinjaman pemerintah (two-step loans) Rp30,9 triliun, pinjaman pemerintah Rp9,2 triliun, pinjaman bank yang tidak terkait FTP Rp7,8 triliun, pembelian listrik Rp6,3 triliun, dan surat utang (medium term notes) Rp1,5 triliun. Dewo juga mengatakan, pada 2012 kebutuhan investasi PLN akan mencapai Rp48,4 triliun. "Sebagian sumber pendanaan berasal dari pinjaman," katanya. PLN merencanakan pinjaman untuk membiayai investasi pada 2012 mencapai Rp19,56 triliun yang terdiri dari pinjaman dalam negeri Rp10,06 triliun dan valuta asing Rp9,5 triliun. Menurut dia, sumber pendanaan lain adalah utang yang sudah ada Rp8,86 triliun dan dana internal Rp19,98 triliun. Untuk 2011, lanjutnya, realisasi investasi mencapai Rp47,6 triliun yang terdiri dari proyek APBN senilai Rp2,9 triliun dan proyek penerusan pinjaman (sub-loan agreement/SLA) Rp5,6 triliun. Proyek SLA itu antara lain berasal dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan Japan International Cooporation Agency (JICA) sebesar Rp4,7 triliun, Asian Development Bank (ADB) Rp696 miliar, dan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) Rp6 miliar. Investasi lainnya adalah untuk proyek PLTU 10.000 MW senilai Rp11,9 triliujn, utang komersial Rp17,4 triliun, dan internal Rp9,8 triliun. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026