
Polisi ajak masyarakat berperan aktif berantas narkoba di Pesisir Selatan

Peran aktif masyarakat bisa ditunjukkan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga tindakan-tindakan yang mengarah ke penyalahgunaan narkoba bisa terpantau
Painan, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengajak masyarakat setempat berperan aktif dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, agar jangan sampai merusak generasi muda.
"Peran aktif masyarakat bisa ditunjukkan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga tindakan-tindakan yang mengarah ke penyalahgunaan narkoba bisa terpantau," kata Kepala Kepolisian Resor Pesisir Selatan, AKBP Ferry Herlambang di Painan, Rabu.
Selanjutnya, kata dia, jika enggan menegur atau merasa terancam atau lainnya maka bisa langsung menginformasikan ke kepolisian terdekat dan penindakan akan segera dilakukan.
"Penyalahgunaan narkoba akan bisa diminimalkan jika masyarakat di sebuah daerah memiliki tingkat kepedulian yang tinggi, dan begitu sebaliknya jika di sebuah daerah masyarakatnya acuh tak acuh maka penyalahgunaan narkoba akan menjamur," ungkapnya.
Ia menambahkan narkoba merupakan kasus tertinggi yang ditangani sepanjang 2018, bahkan sejak awal tahun hingga sekarang pihaknya telah mengungkap 23 kasus penyalahgunaan barang haram tersebut.
"Itu yang baru terdeteksi, maka dari itu karena keterbatasan personel yang kami miliki, kami berharap masyarakat menunjukkan perannya," katanya lagi.
Sementara itu, Sekretariat Daerah setempat, Erizon menyebutkan persoalan narkoba ini tidak hanya tugas polisi, namun lebih dari itu merupakan tugas bersama.
Menurutnya, orang tua memiliki peran strategis dalam meminimalisir penyalahgunaan narkoba, salah satu kiatnya adalah dengan membuka komunikasi dengan anak-anak di waktu senggang.
Dengan begitu maka setiap persoalan yang dihadapi anak-anak akan diceritakan secara keseluruhan ke orang tuanya bukan ke teman ataupun perkumpulannya.
Karena jika tidak begitu maka si anak akan berbagi keluh kesah dengan teman-teman ataupun perkumpulannya, dan solusi yang diberikan belum tentu positif seperti mengajarinya merokok, minuman keras hingga narkoba. (*)
Pewarta: Didi Someldi Putra
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
