
Telkomsel entaskan area tanpa sinyal di Sumbar

Padang, (Antaranews Sumbar) - PT Telkomsel menyebutkan pihaknya terus berupaya untuk mengentaskan area yang belum tersentuh jaringan komunikasi (Blank Spot) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
"Pada dasarnya kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi daerah tersebut dengan menambah cakupan jaringan (coverage) di daerah bersangkutan," kata Manager Network Service Telkomsel Padang, Rommy Rinaldi di Padang, Senin.
Ia menyebutkan untuk Sumbar daerah yang perlu mendapatkan perhatian adalah Mentawai, karena masih minimnya prasarana yang tersedia di daerah itu.
Dalam mengatasi masalah daerah tanpa sinyal itu perlu infrastruktur utama yang disediakan yaitu menara (tower), listrik, dan akses transmisi.
"Butuh kerja sama yang baik dari seberbagai pihak untuk membantu tersedianya prasarana dasar tersebut," tambahnya.
Peran tersebut seperti kebutuhan lahan, menara dan operator menara, listrik, serta kemudahan perizinan pembangunan dari pemerintah setempat.
Selain Mentawai, pihak Telkomsel juga terus meningkatkan kualitas jaringan yang sudah ada saat ini di Sumbar.
Sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan pihaknya terus berupaya mengurangi titik tanpa sinyal.
Pada periode pertama Sumbar telah mengajukan permintaan pembangunan 38 BTS (Base Transceiver Station) untuk tiga kabupaten daerah 3T (daerah tertinggal terdepan dan terluar).
Jumlah itu masing-masing Mentawai 22 unit, Pasaman Barat sembilan unit dan Solok Selatan tujuh unit.
Ia juga telah meminta dinas terkait mendata kecamatan tertinggal untuk diajukan pembangunan BTS pada Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).
Mengurangi daerah blank spot di Sumbar diharapkan bisa memberikan akses informasi lebih baik pada masyarakat, dan berdampak pada perekonomian.
Pewarta: Fathul Abdi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
