Logo Header Antaranews Sumbar

AS tuduh Rusia muluskan jalan Trump jadi presiden

Sabtu, 17 Februari 2018 15:27 WIB
Image Print
Presiden AS, Donald Trump. (Ist)

Washington, (Antaranews Sumbar) - Pasukan propaganda Rusia mengawasi tindakan kriminal dan persekongkolan spionase untuk ikut campur dalam kampanye kepresidenan 2016 Amerika Serikat demi mendukung Donald Trump dan menghina Hillary Clinton, menurut surat dakwaan yang dirilis Jumat. Surat dakwaan tersebut mengungkapkan rincian yang lebih banyak lagi tentang upaya konkret campur tangan Moskow.

Kantor Penasihat Khusus AS Robert Mueller menugaskan 13 orang Rusia dan tiga perusahaan Rusia, termasuk Badan Riset Internet berbasis di St. Petersburg yang dikenal melakukan provokasi di media sosial. Pejabat yang mengawasi pekerjaan Mueller mengatakan bahwa penyelidikan tersebut belum selesai.

Dokumen pengadilan tersebut mengatakan bahwa mereka yang dituduh "memiliki tujuan strategis untuk menyebarkan perselisihan dalam sistem politik AS, termasuk pemilihan umum presiden AS pada 2016."

Surat dakwaan tersebut mengatakan bahwa orang-orang Rusia menerapkan persona dalam jaringan palsu untuk mendorong pesan yang memecah belah; pergi ke Amerika Serikat untuk mengumpulkan intelijen, mengunjungi 10 negara bagian; dan mengadakan unjuk rasa politik saat berlagak sebagai orang Amerika. Dalam satu kasus, dikatakan, orang-orang Rusia membayar orang tak dikenal untuk membangun sebuah kandang di atas sebuah truk datar dan yang lain mengenakan kostum "yang menggambarkan Clinton dalam seragam penjara."

Tuduhan sejumlah 37 halaman yang mengejutkan tersebut dapat mengubah perdebatan dalam negeri AS yang memecah belah atas campur tangan Rusia, melemahkan beberapa anggota Partai Republik yang, bersama Trump, telah menyerang penyelidikan Mueller.

"Orang-orang Rusia ini terlibat dalam serangan yang mengerikan dan sistematis terhadap sistem politik kita. Ini adalah sebuah persekongkolan untuk menumbangkan prosesnya, dan membidik demokrasi itu sendiri," demikian Paul Ryan, Ketua DPR dari Partai Republik.

Surat dakwaan itu tidak menjelaskan mengenai pertanyaan apakah kampanye Trump berkolusi dengan Kremlin, yang sedang diinvestigasi Mueller.

Dalam sebuah cuitan pada Jumat, Trump memberi pengakuan paling langsung bahwa Rusia telah ikut campur dalam pemilihan umum, yang sering dia perdebatkan.

"Rusia memulai kampanye anti-AS mereka pada 2014, jauh sebelum saya mengumumkan bahwa saya akan mencalonkan diri sebagai presiden. Hasil pemilihan umum tidak terpengaruh. Kampanye Trump tidak terdapat pelanggaran - tidak ada kolusi!" tulis Trump.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengecam tuduhan tersebut sebagai "tidak masuk akal" dan mengejek anggapan bahwa sedikit sekali warga negara Rusia yang dapat merusak demokrasi AS.

Orang-orang Rusia yang dituduh tersebut kemungkinan tidak ditangkap atau muncul di pengadilan AS atas dakwaan, yang mencakup persekongkolan untuk menipu AS, penipuan telekomunikasi, penipuan bank dan pencurian identitas. Tidak ada perjanjian ekstradisi antara AS dan Rusia. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026