Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Minyak Dunia Terus Menurun*

Selasa, 23 Oktober 2012 07:24 WIB
Image Print
Kilang minyak lepas pantai (ilustrasi)

London, (ANTARA/AFP) - Harga minyak dunia turun lagi pada Senin, setelah penurunan pada akhir pekan lalu karena para investor menyeimbangkan data ekspor Jepang yang buruk terhadap kerusuhan di Timur Tengah. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember turun 34 sen menjadi 109,80 dolar AS per dolar AS pada akhir transaksi di London setelah naik pada pagi hari. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, turun 60 sen menjadi 89,45 dolar AS per barel. Jepang pada Senin mencatat angka perdagangan September terburuk dalam lebih dari 30 tahun. Negara ini sedang berupaya keras untuk membalikkan nasib setelah gempa dan tsunami Maret 2011, sementara juga menderita dari krisis utang Eropa, perlambatan permintaan China dan yen yang kuat. Pengiriman ke pasar AS yang lebih lemah juga berkontribusi kepada hasil terbaru, yang menunjukkan defisit perdagangan bulanan 558,6 miliar yen (7,0 miliar dolar AS), membalikkan surplus 288,8 miliar yen setahun sebelumnya karena ekspor turun 10,3 persen. Di sisi lain, "pertempuran yang sedang berlangsung di Suriah dan Libanon menyediakan beberapa dukungan untuk pasar minyak, memberikan momentum kenaikan, sementara investor mencoba tetap berhati-hati tentang krisis Timur Tengah," kata analis Sucden Financial, JackPollard. Harapan gencatan senjata akan dilaksanakan di Suriah selama libur Idul Adha minggu ini "tipis," kata Liga Arab pada Senin, karena pertempuran berat mengguncang Damaskus dan utara kota Aleppo. Utusan perdamaian PBB-Liga Arab Lakhdar Brahimi pada Minggu telah mengindikasikan tanggapan positif terhadap seruannya kepada kedua belah pihak dalam konflik Suriah untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari libur Idul Adha, yang dimulai pada Jumat. Brahimi telah mengunjungi beberapa negara yang berpengaruh dalam konflik Suriah selama seminggu terakhir, termasuk Libanon dan Iran, memperingatkan bahwa kekerasan bisa menyebar dan mengakibatkan keseluruhan wilayah kaya minyak itu terbakar. Ketakutan tersebut diperparah ketika sebuah bom mobil besar meledak pada Jumat di Beirut, menewaskan tiga orang termasuk seorang kepala intelijen polisi senior yang dihubungkan dengan kamp anti-Damaskus di Libanon, Jenderal Wissam al-Hassan. Libanon, yang berada di bawah dominasi militer dan politik Suriah selama 30 tahun sampai 2005, telah terpecah atas konflik di Suriah dan telah mengalami kekerasan antara pendukung dan penentang rezimPresiden Bashar al-Assad. Sementara harga minyak jatuh pada Jumat menjadi ditutup turun lebih dari dua dolar per barel di London dan New York karena pedagang mengkhawatirkan permintaan menyusul serangkaian laporan laba buruk dari perusahaan-perusahaan AS dan KTT krisis Uni Eropa yang mengecewakan. Harga minyak juga terpukul oleh dolar yang lebih kuat, minyak mentah yang dihargakan dalam dolar cenderung mengekang permintaan dari para pembeli yang menggunakan mata uang lemah. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026