
Bentrokan Berkecamuk di Sekitar Bandar Udara Aleppo

Damaskus, (Antara/Xinhua-OANA) - Bentrokan berkecamuk terus pada Jumat (15/2) antara gerilyawan dan tentara Suriah di sekitar lapangan udara militer dan bandar udara internasional di Provinsi Aleppo di bagian utara negeri itu, demikian laporan pegiat. Gerilyawan telah melancarkan serangan terhadap bandar udara sipil Aleppo dan pangkalan udara An-Nairab di dekatnya sejak Rabu (13/2), kata beberapa pegiat. Mereka menyebutkan jumlah korban jiwa akibat bentrokan selama tiga hari sebanyak 150, dan jumlah korban jiwa di kedua pihak --gerilyawan dan prajurit pemerintah-- kurang lebih sama. Harian pro-pemerintah Al-Watan belum lama ini melaporkan, militer Suriah siap merebut kendali atas pangkalan Brigade 80. Gerilyawan telah merebut banyak wilayah Suriah, termasuk pangkalan tersebut. Surat kabar itu melaporkan brigade tersebut digunakan oleh tentara pemerintah untuk memberi perlindungan bagi bandar udara Aleppo dan pangkalan udara An-Nairab di dekatnya. Sementara itu, seorang komandan terkenal gerilyawan di Aleppo sebagaimana dikutip oleh stasiun televisi yang didanai Arab Saudi, Al-Arabiya, pada Jumat mengatakan serangan gerilyawan tersebut akan berlanjut sampai bandar udara sipil dan pangkalan udara itu jatuh ke tangan mereka. Peristiwa baru-baru ini tersebut terjadi saat gerilyawan dengan susah payah berusaha merebut wilayah untuk memperkokoh posisi mereka dalam perundingan yang mungkin diadakan dengan pemerintah Presiden Bashar al-Assad, kata pengulas setempat. Gerilyawan belum lama ini telah merebut bendungan Al-Furat dan satu kota kecil di Suriah utara selain satu pangkalan udara kecil di Aleppo, kata beberapa pegiat sebagaimana dikutip Xinhu. Mengenai perundingan dengan Damaskkus, koalisi utama oposisi Suriah di pengasingan dilaporkan mengatakan setelah pertemuan di Kairo, Mesir, mereka akan mendukung seruan perundingan oleh pemimpinya, Moaz al-Khatib. Namun mereka menetapkan "garis panduan" bagi pembicaraan tersebut. Mereka menuntut perundingan itu diadakan dengan para pejabat pemerintah tanpa satu orang pun dari lingkaran dalam Bashar atau aparat keamanan. Menteri Urusan Perujukan Nasional Suriah Ali Haidar baru-baru ini mengatakan ia siap mengadakan pembicaraan dengan al-Khatib tapi mengatakan setiap dialog mesti dilakukan di wilayah Suriah. Saat situasi di Suriah telah mencapai kebuntuan berdarah, Program Pangan Dunia PBB (WFP) menyatakan sebanyak 40.000 orang telah menyelamatkan diri dari pertempuran antara gerilyawan dan militer di Kota Kecil Shaddadeh di Provinsi Hasaka, Suriah timur. Pertempuran tiga-hari di Shaddadeh itu telah menewaskan 30 gerilyawan dan 100 prajurit militer, demikian pernyataan pegiat. "Pertempuran dan pengungsian warga tersebut hanya menambah parah penderitaan rakyat," kata wanita Juru Bicara WFP Elisabeth Byrs kepada wartawan di Jenewa. Pekan lalu, Kepala Organisasi Hak Asasi Manusia PBB Navi Pillay menyebutkan jumlah seluruh korban jiwa akibat krisis 23-bulan di Suriah hampir 70.000. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
