
Pertamina Antisipasi BBM Bercampur Air, Kendaraan Mogok Dibawa ke Bengkel Resmi
Jumat, 24 November 2017 16:17 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - PT Pertamina menyatakan telah mengantisipasi bahan bakar bercampur air yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mato Aia, Kota Padang, Sumatera Barat.
Kami telah melakukan antisipasi secara cepat dalam mengatasi dampak genangan air yang merembes ke salah satu tangki BBM jenis Pertalite, kata Unit Manager Communication & CSR Sumbagut PT Pertamina Persero, Rudi Arififianto melalui siaran pers di Padang, Jumat.
Ia mengatakan jalur Pertalite langsung dihentikan beroperasi ketika peristiwa itu terjadi, sedangkan BBM jenis lain yang aman tetap melayani konsumen.
Ada empat mobil dan satu motor yang sempat mendapatkan pelayanan BBM jenis pertalite bercampur dengan air itu.
Seluruh kendaraan tersebut telah diantar oleh manajemen SPBU ke bengkel resmi untuk diperbaiki. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kepada konsumen, kata dia.
Sementara untuk perbaikan tangki yang tercampur air akan memakan waktu hingga dua pekan.
Kami terus melakukan supervisi kepada manajemen SPBU Mato Aia dan sejauh ini mereka telah menjalankan tanggung jawab dan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, kata dia
Ia mengapresiasi konsumen loyal Pertamina yang telah memilih menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.
Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, kata dia.
Sebelumnya sejumlah kendaraan warga Kota Padang, Sumatera Barat, mogok setelah mengisi bahan bakar jenis pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di Mato Aia, Kecamatan Padang Selatan pada Jumat pagi (24/11).
"Saya mengisi pertalite sekitar pukul 06.00 WIB di SPBU yang berada di kawasan Mato Aia itu, namun setelah itu motor saya mogok," kata konsumen SPBU Ramadhan di Padang, Jumat. (*)
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
