Logo Header Antaranews Sumbar

Rapat Komite Bersama Tanpa Keputusan

Senin, 22 Oktober 2012 19:55 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Rapat Komite Bersama di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Senin, yang salah satu agendanya membahas Timnas Indonesia yang akan turun di Piala AFF 2012 di Malaysia, berakhir tanpa keputusan. Kedua pihak, yaitu PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), sama-sama mempertahankan argumennya, terutama dalam hal menentukan siapa pelatih yang berhak menangani Timnas Garuda. Pihak PSSI yang diwakili oleh Todung Mulya Lubis, Saleh Mukadar, Catur Agus Saptono, dan Widjajanto tetap berpaku pada keputusannya, yaitu tetap mengandalkan Nil Maizar sebagai pelatih timnas, sedangkan KPSI mengusulkan Alfred Riedl. "Dalam rapat ada usulan dari Ketua Komite Bersama Todung Mulya Lubis, yaitu mengusulkan Nil Maizar tetap sebagai pelatih dan Alfred Riedl sebagai penasihat,"kata Saleh usai rapat Komite Bersama. Meski demikian, kata dia, usulan itu belum bisa diterima oleh anggota Komite Bersama dari pihak KPSI, yaitu Djamal Aziz, Togar Mahan Nero, Joko Driyono, dan Hinca Panjaitan. Dalam rapat Komite Bersama ini juga dimunculkan wacana duet pelatih atau dwitunggal. Hanya saja rencana itu tidak disetujui oleh pihak PSSI karena dinilai melanggar statuta. Sementara itu, anggota Komite Bersama dari KPSI, Togar Manahan Nero, mengatakan bahwa usulan Alfred Riedl sebagai pelatih timnas bukan tanpa alasan. Pelatih asal Austria ini dinilai memilik track record bagus saat menangani Timnas Indonesia pada Piala AFF 2010. "Saat ditangani Riedl, peringkat timnas bisa menembus 125. Akan tetapi, saat ini berbeda jauh. Peringkat Indonesia terperosok hingga 170. Itu salah satu alasan kami tetap mengusung Riedl," katanya dengan tegas. Dengan belum adanya keputusan terkait masalah timnas, polemik sepak bola Indonesia terutama untuk Piala AFF 2012 dipastikan belum tuntas. Rencana Komite Bersama akan terus membahas permasalahan ini. Terkait dengan nama-nama pemain timnas yang akan diturunkan di Piala AFF 2012, pihak PSSI tetap mengusulkan 35 nama yang terdiri atas gabungan pemain ISL dan IPL. Selain itu, pemain Indonesia yang bermain di luar negeri maupun pemain naturalisasi. Pendaftaran pemain yang turun di Piala AFF sesuai dengan jadwal berakhir Kamis (25/10). Dan, jumlah pemain itu harus berkurang menjadi 22 satu hari sebelum manager meeting dilakukan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026