Logo Header Antaranews Sumbar

Penembak Osama Bin Laden Angkat Suara

Selasa, 12 Februari 2013 19:12 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Seorang mantan anggota pasukan khusus Amerika Serikat, Nay SEAL, yang membunuh pemimpin Al-Qaida Osama bin Laden akhirnya angkat suara dalam sebuah wawancara dengan majalah Esquire. Dalam wawancara tersebut, dia menceritakan bagaimana menembak bin Laden sebanyak tiga kali dan persoalan keuangan yang sekarang dihadapinya sebagai seorang sipil yang masih menjadi pengangguran. Anggota SEAL itu tidak mengungkapkan identitasnya namun memberikan detail mengenai peran dalam penyerangan Mei 2011 dan juga kekhawatiran mengenai keamanan anggota keluarganya. "Osama terlihat bingung, dan dia jauh lebih tinggi dari yang saya bayangkan," kata mantan anggota SEAL itu. Saat anggota SEAL sampai ke tempat persembunyian bin Laden di Abbottabad Pakistan, pemimpin al-Qaida diceritakan sedang memegang bahu istri termudanya, dan "mendorong wanita itu ke depan" untuk melindungi diri. Majalah Esquire, yang menyebut anggota pasukan komando sebagai "the Shooter" atau "sang Penembak", menggambarkan seorang pahlawan tak dikenal yang pensiun tanpa uang pesangon, asuransi kesehatan, ataupun perlindungan keamanan terhadap keluarga. Artikel itu diberi judul, "The Man Who Killed Osama bin Laden... is Screwed." Tentara ataupun mata-mata di Amerika Serikat, baik yang sudah pensiun ataupun masih aktif, diharuskan untuk menyerahkan manuskrip soal aktivitasnya kepada Pentagon untuk ditinjau apakah mengandung informasi yang sensistif atau tidak. Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya oleh AFP mengatakan tulisan dalam majalah Esquire itu belum diserahkan kepada Departemen Pertahanan. Menurut majalah Esquire, tembak-menembak dengan bin Laden hanya memakan waktu selama 15 detik. Namun situasi yang paling kritis justru muncul setelah itu, ketika para anggota komando menyadari bahwa salah satu helikopter Black Hawk yang digunakan ternyata rusak karena salah mendarat. "Saat itu saya pikir kami harus mencuri mobil dan mengendarainya sampai Islamabad. Karena pilihan lain adalah tetap di tempat dan menunggu pasukan militer Pakistan muncul. Pada saat itulah saya merasa khawatir," kata "the Shooter". Setelah kembali ke Jalalabad, Afghanistan, "sang Penembak" itu membawa seorang pejabat CIA wanita--yang sekarang menjadi terkenal karena film "Zero Dark Thirty"--untuk memastikan identitas mayat bin Laden. "Kami melihat ke bawah dan saya bertanya, 'Inikah orang yang kamu cari?' Dia menangis setelah itu," kata dia. "Saya kemudian mengambil senjata saya dan menyerahkannya kepada dia sebagai kenang-kenangan. Di dalamnya masih tersisa 27 peluru dan saya berkata, 'semoga tas kamu masih ada ruang untuk menyimpan ini'. Itu adalah terakhir kali saya melihat dia," kata "sang Penembak". Pada musim panas 2012, setelah pensiun dari militer, "sang Penembak" itu khawatir mengenai kemungkinan serangan balasan terhadap keluarganya dan bagaimana dia menghidupi anak istrinya sebagai seorang sipil. Dan karena dia meninggalkan Navy SEAL setelah mengabdi tahun 16 tahun, dia tidak mendapatkan uang pensiun yang hanya diberikan kepada mereka yang tetap memakai seragam kebesaran selama minimal 20 tahun. "Dia telah memberikan segalanya bagi negara, dan sekarang suami saya ditinggalkan sendirian," kata istri "sang Penembak". (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026