Logo Header Antaranews Sumbar

Kabinet Israel Sahkan Tindakan Perangi Kenaikan Harga Pangan

Senin, 22 Oktober 2012 11:55 WIB
Image Print

Jerusalem, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Kabinet Israel, Ahad (21/10), dengan suara bulat menyetujui beberapa tindakan yang disarankan oleh satu komite untuk memerangi kenaikan tajam harga oleh pengimport dan produsen pangan. Saran komite tersebut mengungkapkan cacat dalam rangkaian pasokan pangan di Israel, mulai dari petani sampai rak penyimpanan, dan menggaris-bawahi langkah yang dapat dilakukan pemerintah guna memerani kenaikan biaya yang menerpa konsumen. "Kami menemukan cacat di pasar makanan Israel telah mengarah kepada kenaikan harga yang tak adil dalam beberapa tahun belakangan," kata Kepala komite itu Sharon Kedmi, Direktur Jenderal di Kementerian Tenaga Kerja, Perdagangan dan Perindustrian. "Kami telah menawarkan beberapa langkah untuk memperbaiki situasi, mulai dari dorongan persaingan di dalam bidang produksi dan import, serta perubahan hubungan dagang antara rangkaian pemasok dan pemasaran, yang mengarah kepada konsumen," katanya. "Penerapan saran ini ... akan meningkatkan persaingan di sepanjang rangkaian nilai di pasar pangan. Pada saat yang sama, dipertahankannya keseimbangan yang diperlukan bagi keberadaan pasar bebas," kata Kedmi sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin siang. Hasil komite tersebut meliputi pembatasan perluasan rangkaian makanan utama, sebab hanya segelintir pelaku mengendalikan pasar serta diduga mengkoordinasikan harga. Komite itu juga menyerukan pemberlakuan peraturan lebih keras antara rangkaian pemasok dan pemasaran, dan menuntut menteri keuangan memperketat transparansi harga guna mendukung pembeli. Komite tersebut bertemu guna meredakan ketidak-puasan yang berkembang di masyarakat sehubungan dengan meroketnya biaya hidup, di antaranya bahan makanan. Ketidak-puasan tersebut juga melahirkan boikot terhadap beberapa konglomerat pangan Israel. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026