Logo Header Antaranews Sumbar

Wagub: Layanan Pasien Jantung harus Merata

Selasa, 7 Maret 2017 17:13 WIB
Image Print
Wagub Sumbar Nasrul Abit.

Padang, (Antara Sumbar) - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit meminta pelayanan terhadap pasien sakit jantung bisa merata di seluruh daerah, tidak hanya terpusat di Padang sebagai ibu kota provinsi.

"Sekarang pelayanan jantung berikut dengan dokter speasialisnya lebih dominan berada di Padang. Ke depan harus dipikirkan bagaimana ada pemerataan," katanya saat menghadiri acara pelantikan pengurus Yayasan Jantung Indonesia Sumbar di Padang, Selasa.

Ia menerangkan tanpa adanya pemerataan, pasien harus dirujuk ke Padang. Belum sampai di Padang, pasien bisa saja meninggal dunia.

Ia berharap Yayasan Jantung supaya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumbar dan RSUP M Djamil Padang serta Rumah Sakit daerah supaya dilakukan pemerataan dokter spesialis jantung.

"Saat ini penyakit jantung merupakan penyakit nomor dua pembunuh di Sumbar setelah stroke. Untuk itu, kita berharap dengan terbentuknya pengurus yayasan yang baru dibawah kepemimpinan Ny Nevi Irwan Prayitno angka kasus penyakit jantung ini bisa diminimalisasi," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday menyebutkan tingginya angka kematian akibat penyakit penyakit jantung di Sumbar ikut dipicu oleh kebiasaan konsumsi masyarakat.

"Masyarakat Sumbar suka makanan berkolesterol dan bersantan. Hal ini memicu terjadinya penyakit jantung. Untuk itu, butuh perubahan pola masyarakat Sumbar supaya terhindar dari penyakit jantung," ujarnya.

Soal pemerataan unit pelayanan jantung di daerah, Merry menyebutkan Dinkes Sumbar sudah memiliki program untuk dokter spesialis jantung berada di tiap kabupaten dan kota di Sumbar.

"Kita sudah ada program dokter spesialis jantung berada di daerah-daerah. Hanya saja, hal itu butuh dukungan peralatan medis jantung yang harganya cukup mahal. Idealnya, memang dokter jantung di daerah tersebut juga dibekali dengan peralatan medis sehingga jika ada pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Padang," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026