Logo Header Antaranews Sumbar

BMKG: Waspadai Perubahan Cuaca Mendadak

Rabu, 8 Februari 2017 11:19 WIB
Image Print
Padang, (Antara Sumbar ) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, Padangpariaman, Sumatera Barat mengingatkan masyarakat akan perubahan cuaca mendadak selama tiga hari ke depan.

Selama tiga hari ke depan kondis cuaca Sumatera Barat cukup labil, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Ketaping Padangpariaman Budi Samiaji, di Padang, Rabu.

Menurutnya hal itu disebabkan oleh adanya sirkulasi siklonik kuat di utara Australia, dan penambahan pasokan uap air ke wilayah barat Sumatera Barat.

Kemudian terdapat daerah pertemuan massa udara di Mentawai dan Pesisir pantai barat Sumatera berpotensi terjadinya pertumbuhan awan, dan ada pergerakan massa udara dari barat ke barat laut menuju timur ke tenggara ke daerah siklonik kuat di utara Australia.

"Sehingga adanya potensi pembentukan awan hujan yang menyebabkan atmosfer udara Sumatera Barat cukup labil," ujarnya.

Ia mengatakan terdapat pertemuan massa udara dan belokan massa udara di sekitar barat Sumatera Barat dan Sumatera Barat bagian tengah berpotensi menimbulkan pertumbuhan awan-awan konvektif dan berpeluang hujan di wilayah Mentawai masuk sebagaian Siberut, Sipora, dan Pagai.


Kemudian di pesisir pantai seperti Padang yang meluas ke Sitinjau Laut, Indarung, Arosuka, Pasaman Barat bagian pesisir dan utara, Tiku, Padangpariaman bagian pesisir dan meluas ke Padangpariaman bagian tengah seperti Lubuk Alung, Parit, Malintang, Pariaman dan Pesisir Selatan.

Intensitas hujan itu sedang dan lebat disertai angin di bawah dua jam, katanya.


Kemudian terdapat potensi hujan di wilayah Jambi yang meluas ke Solok Selatan bagian selatan dan tengah dengan intensitas ringan selama dua sampai tiga jam.

Adanya pertumbuhan awan-awan lokal berpotensi hujan lokal di Maninjau, Padang Panjang, Danau Kembar, dan Singkarak.


Kemudian berpotensi hujan ringan berdurasi singkat di bawah dua jam di wilayah Padang Panjang, Alahan Panjang yang meluas ke Solok Selatan, Agam bagian barat, Maninjau, Malalak, Lembah Anai, Singkarak bagian utara yang meluas ke Tanah Datar, kota Solok dan Sawahlunto, dan Bukittinggi yang meluas ke Payakumbuh, Lima Puluh Kota bagian barat.

Terdapat potensi angin kencang dengan kecepatan 30 hingga 40 kilometer per jam, katanya.

Ia mengatakan potensi angin kencang tersebut terdapat di wilayah Mentawai khususnya Sipora dan Pagai, Padang, Padang Pariaman bagian pesisir, Pesisir Selatan, kabupaten Solok, Solok Selatan, kota Solok, sebagian Sijunjung, Padang Panjang, sebagian Agam, sebagian Tanah Datar, sebagian Sawahlunto, dan sebagian Dharmasraya.

Kemudian terdapat potensi longsor ringan di Sitinjau, Malalak, Lembah Anai, Alahan Panjang, Solok Selatan, perbatasan Bengkulu dan Pesisir Selatan.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026