
Prancis Siap Berikan Ujian Serius klepada Jerman

Paris, (Antara/AFP) - Prancis yang memulai kehidupan dengan penampilan menjanjikan di bawah asuhan Didier Deschamps akan memberikan ujian serius kepada Jerman pada Rabu, di mana tim tamu datang ke ibukota Prancis tanpa diperkuat sejumlah pemain utama. Pertandingan ini dilangsungkan menjelang periode yang sibuk di musim kompetisi level klub, di mana fase gugur Liga Champions dan Liga Europa akan berlangsung pada pekan depan. Maka bukan kejutan untuk melihat sejumlah pemain inti Jerman seperti gelandang Bayern Munich Bastian Schweinsteiger, dan trio pemain Borussia Dortmund Marcel Schmelzer, Marco Reus, dan Mario Goetze mengundurkan diri dari pertandingan sebelum tim meninggalkan Frankfurt untuk menuju Paris. Pelatih Jerman Joachim Loew juga telah kehilangan penyerang veteran Lazio Miroslav Klose, yang mengalami cedera lutut, sehingga ia hanya memiliki pemain Bayern Mario Gomez sebagai satu-satunya penyerang tengah yang dapat dimainkan untuk pertandingan yang mendahului dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Kazakhstan bulan depan. Meski demikian, Loew memilih untuk menggantikan Klose dengan gelandang Dortmund Sven Bender daripada memanggil penyerang Bayer Leverkusen Stefan Kiessling, pencetak gol tersubur di Liga Jerman. Tim tamu juga melakukan pertaruhan di Stade de France, di mana mereka memilih memainkan Rene Adler dari Hamburg dan mengistirahatkan kiper reguler Manuel Neuer. "Ini hanya merupakan penghargaan terhadap semua kerja keras saya, bukan peluang bagi saya untuk kembali menjadi nomor satu," kata Adler, yang namanya meredup dari kancah internasional akibat cedera lebih dari dua tahun yang lalu. "Untuk kembali ke kelompok pemain papan atas Jerman adalah pengalaman sensasional, sebab saya tahu betapa cepatnya beberapa hal dapat berganti." Prancis juga tahu betapa cepatnya beberapa hal dapat berubah di sepak bola, di mana mereka telah mengalami "pasang-surut" di Les Bleus dalam 12 bulan terakhir. Pada Februari tahun lalu, pasukan Laurent Blanc mengalahkan Jerman 2-1 di Breman, hasil yang membangkitkan kepercayaan diri mereka menjelang Piala Eropa 2012. Penampilan yang mengecewakan pada putaran final musim panas memicu Blanc digantikan oleh Deschamps, yang menambahkan darah segar ke tim dan membawa tim mengawali kualifikasi Piala Dunia dengan menjanjikan. Dua kemenangan dan kemudian hasil imbang di Spanyol pada Oktober membuat mereka berada di posisi yang cukup baik untuk pertandingan melawan Georgia bulan depan, dan kemudian pertandingan ulang dengan juara Eropa dan dunia. Deschamps juga menatap kepada keberhasilan timnya menang 2-1 atas Italia pada pertandingan terakhir mereka November silam. "Ini adalah pertandingan prestisius melawan tim Jerman yang sangat bagus," ucapnya. "Ini hanya (pertandingan) persahabatan, namun kami ingin membangun apa yang telah kami lakukan dengan sangat baik sejauh ini dan tetap bergerak ke arah yang benar." "Jerman adalah tim yang berpengalaman, dengan pemain-pemain yang tampil pada dua turnamen utama terakhir dan mewakili klub-klub utama Jerman di Liga Champions." Pertandingan ini dapat menjadi debut bagi gelandang serang Rennes Romain Alessandrini, namun bek menjanjikan Real Madrid Raphael Varane telah dicoret karena mengalami cedera hamstring, sehingga tempatnya diisi oleh pemain Newcastle Mapou Yanga-Mbiwa. Tuan rumah memiliki rekor yang membanggakan atas Jerman, yang tidak pernah kalah dari tetangga-tetangga mereka sejak reunifikasi. Prancis tidak terkalahkan dalam enam pertandingan sejak dua gol Rudi Voeller membawa Jerman Barat menang 2-1 pada 1987. "Statistik-statistik itu harus dipecahkan," kata manajer tim Jerman Oliver Bierhoff. Hasrat tim tamu adalan menambahi bumbu kepada pertandingan yang menandai 50 tahun terbentuknya Elysee Treaty atau Traktat Persahabatan, yang membuka jalan untuk hubungan persahabatan antara kedua negara yang sebelumnya terlibat rivalitas pahit dan panjang. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
