
BPS: Ekonomi Sumbar 2016 Tumbuh 5,26 Persen
Senin, 6 Februari 2017 17:29 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi itu pada 2016 mencapai 5,26 persen atau sedikit melambat dibandingkan 2015 yang tumbuh 5,52 persen.
"Melambatnya pertumbuhan ekonomi Sumbar 2016 dibandingkan 2015 disebabkan dampak musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang tumbuh hanya 1,05 persen," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Senin.
Ia mengatakan dari sisi pengeluaran penurunan komponen pengeluaran lembaga non profit dan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh dibawah 0,50 persen ikut berperan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Perlambatan juga disebabkan oleh melemahnya komponen pengeluaran konsumsi pemerintah dari 4,36 persen pada 2015 menjadi 1,20 persen pada 2016, ujar dia.
Sementara dari sisi produksi, kinerja lapangan usaha pertanian merupakan kontributor terbesar dalam perekonomian Sumbar meski tumbuh melambat dari 4,36 persen pada 2015 menjadi 1,96 persen pada 2016.
Ia mengatakan meski terjadi perlambatan, penyediaan akomodasi dan makan minum merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi pada 2016 yaitu sebesar 11,15 persen diikuti pengadaan listrik dan gas 10,94 persen dan jasa lainnya sebesar 9,95 persen.
Pada 2016 struktur perekonomian Sumbar menurut lapangan usaha didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan 24,06 persen, perdagangan besar, eceran dan reparasi mobil, sepeda motor 14,90 persen dan transportasi dan pergudangan 12,26 persen, katanya.
Sementara, bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi pada 2016, transportasi dan pergudangan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,88 persen, diikuti perdagangan besar eceran dan reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,82 persen serta informasi dan komunikasi sebesar 0,59 persen, lanjut dia.
Kemudian dari sisi pengeluaran pertumbuhan ekonomi Sumbar 2016 mencapai 5,26 persen.
Ia menyampaikan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit (PKLNPRT) merupakan komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,67 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) sebesar 4,39 persen dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 3,36 persen.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan tiga strategi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi pada 2017 dengan target angka sekitar 5,3 hingga 5,7 persen.
"Ada tiga cara yang dilakukan agar pertumbuhan ekonomi 2017 bisa lebih tinggi yaitu percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), mempermudah investasi dan menggenjot sektor pariwisata," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
Irwan menyarankan untuk mempercepat penyerapan APBD pemerintah daerah harus segera mempersiapkan segala prosedur dan persyaratan agar pada Januari 2017 proyek pembangunan sudah bisa dilaksanakan.
Jika sejak awal tahun tender sudah bisa dilaksanakan maka penyerapan anggaran akan lebih cepat sehingga dapat menggerakkan perekonomian, ujarnya.
Kemudian, Irwan mengharapkan pemerintah daerah harus mempermudah investasi masuk ke Sumbar karena jika hanya mengandalkan ekspor saat ini kondisi ekonomi global sedang lesu.
Ia mengatakan selama ini kondisi ekonomi Sumbar tidak terpengaruh secara langsung dengan kondisi global karena Sumbar tidak memiliki komoditas strategis seperti minyak bumi.
Berikutnya cara yang paling efektif menggerakkan pertumbuhan ekonomi adalah dengan mengembangkan sektor pariwisata.
"Ketika sektor pariwisata berkembang maka ekonomi masyarakat akan hidup, uang akan beredar karena pengunjung akan makan dan minum, berbelanja oleh-oleh hingga jasa sewa kendaraan," katanya. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
