
Bulog : Operasi Pasar Cabai Terkendala Ruang Pendingin
Senin, 30 Januari 2017 16:43 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Urusan Logistik (Bulog) divisi regional Sumatera Barat (Sumbar) mengemukakan operasi pasar cabai merah sebagai salah satu strategi mengendalikan harga belum dapat dilaksanakan karena terkendala tidak adanya 'cold storage' atau ruang pendingin.
"Untuk di Sumbar Bulog belum punya, memang ada fasilitas yang diberikan Pemprov Sumbar berlokasi di Bukittinggi namun kondisinya tidak dapat digunakan karena rusak, kata Kepala Bulog Divre Sumbar, Benhur Ngkaimi di Padang, Senin.
Ia menjelaskan ruang pendingin yang diberikan kewenangan oleh Pemprov Sumbar untuk dikelola tersebut memiliki kapasitas 40 ton dan akan segera diperbaiki.
Ia menargetkan pada tahun ini ruangan pendingin itu bisa beroperasi sehingga dapat dilakukan operasi pasar cabai.
Jadi mekanisme operasi pasar cabai Bulog akan membeli dari petani saat panen dengan harga yang memadai dan ideal untuk petani, kata dia.
Ia memastikan Bulog akan menjaga keseimbangan harga agar konsumen tidak terbebani dan petani tetap untung sehingga bergairah menanam cabai.
Ini merupakan upaya mencegah terjadi gejolak harga agar tidak ada lagi lonjakan hingga Rp80 ribu per kilogram bahkan Rp100 ribu per kilogram, lanjut dia.
Sebelumnya Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan pihaknya pernah mengusulkan secara langsung kepada Presiden Jokowi agar Bulog juga melakukan operasi pasar untuk komoditas selain beras seperti cabai.
"Namun di Sumbar belum terlaksana dan ternyata kendalanya ruang pendingin," katanya.
Dalam rangka mengendalikan harga cabai, Pemprov Sumbar akan mewajibkan semua Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan provinsi menanam cabai di pekarangan atau polybag sebagai salah satu strategi mengatasi kelangkaan dalam rangka pengendalian inflasi.
Ada 23 ribu ASN di lingkungan pemprov Sumbar, semuanya akan diberikan bibit cabai untuk dibudidayakan di rumah masing-masing sehingga pada waktu tertentu cabai tidak lagi langka, kata Irwan.
Ia mengatakan untuk bibit disiapkan oleh Dinas Pertanian dan akan dibagikan secara gratis sehingga ASN cukup merawat saja dan memanen ketika sudah berbuah.
Bisa dibayangkan kalau satu ASN menanam 10 batang cabai, dan dilakukan 23 ribu ASN tentu hasilnya bisa memenuhi kebutuhan cabai, katanya.
Irwan memastikan untuk bibit akan diupayakan bahkan ia berencana akan menghubungi langsung Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk memberikan bibit.
"Jika ternyata berlebih maka akan dilanjutkan dengan pembagian bibit cabai untuk siswa SMA karena saat ini pengelolaannya sudah berada di bawah provinsi," kata dia.
Kalau siswa membawa pulang masing-masing lima batang tentu akan ikut membantu pemenuhan kebutuhan cabai pada tingkat rumah tangga, lanjut dia.
Ia juga meminta kepala daerah ikut mendorong penanaman cabai di pekarangan dalam bentuk mengalokasikan bantuan bibit.
Jadi setiap rumah yang ada di Sumbar itu ada tanaman cabai, bukan hanya tanaman hias saja, katanya. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
