Logo Header Antaranews Sumbar

Euro "Rally" di Perdagangan Asia

Senin, 4 Februari 2013 15:57 WIB
Image Print

Tokyo, (Antara/AFP) - Euro reli ke tingkat tertinggi beberapa tahun di perdagangan Asia pada Senin menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan setelah menteri keuangan Prancis mengatakan unit mata uang itu mungkin terlalu "panas". Mata uang tunggal melemah menjadi 1,3624 dolar dan 126,33 yen dibanding 1,3637 dolar dan 126,60 yen di perdagangan New York, Jumat pekan lalu. Dolar turun di posisi 92,68 yen dibanding 92,80 yen di perdagangan AS. Pada Minggu, Menteri Keuangan Prancis Pierre Moscovici mengatakan euro mungkin terlalu kuat. "Euro stabil, euro yang kuat, mungkin terlalu kuat dalam beberapa anggapan," kata Moscovici pada TV2 France, setelah unit mata uang itu melambung di atas 1,36 pada Jumat lalu. Awal bulan ini, Jean-Claude Juncker, pimpinan demisioner kelompok menteri keuangan zona euro, memperingatkan bahwa nilai euro "sangat tinggi" karena itu mengancam daya saing ekspor Eropa. Mata uang bangkit kembali pada hari Jumat mencapai level tertinggi terhadap dolar sejak pertengahan November 2011, terangkat oleh optimisme baru tentang zona euro dan laporan kunci tentang tenaga kerja AS. Tingkat pengangguran AS naik menjadi 7,9 persen pada Januari dari 7,8 persen pada Desember tetapi jumlah rata-rata bulanan dari orang mencari pekerjaan pada 2012 telah direvisi ke atas, menurut data resmi. Berita itu diperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar di masa mendatang, mengirim Dow ditutup di atas 14.000 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2007 pada Jumat pekan lalu. Kenaikan 0,1 poin persentase tingkat pengangguran "terus memberikan harapan Fed QE (pelonggaran kuantitatif) dengan baik," National Australia Bank (NAB) mengatakan. Pasar juga mengawasi pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) akhir pekan ini. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026