
Pemkab Solok Selatan Bangun Rumah Potong Hewan
Jumat, 14 Oktober 2016 18:01 WIB

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, membangun rumah potong hewan untuk memudahkan pengawasan kesehatan ternak yang akan dipotong.
"Pembangunan rumah potong hewan ini juga untuk menjamin kebersihan hewan yang dipotong dan memberikan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD)," kata Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Solok Selatan, Yuherdi, di Padang Aro, Jumat.
Ia mengatakan, lokasi pembangunan rumah potong hewan ini di Pasar Ternak Padang Aro, dan sekarang dalam proses pengerjaan oleh pihak rekanan dengan dana sebesar Rp900 juta.
Saat ini pemerintah kesulitan melakukan pengawasan terhadap masyarakat atau pedagang daging, karena mereka memotongnya di pekarangan rumah masing-masing.
Dengan adanya rumah potong ini ke depan pengawasannya diharapkan bisa lebih baik supaya masyarakat yang akan mengonsumsi dagingnya merasa aman dari penyakit.
Ia menyebutkan, bagi warga yang berada di kecamatan lain bila ingin memotong hewan di rumah potong, akan disediakan mobil box untuk mengangkutnya.
Dia menyebutkan, kesadaran pedagang ternak di daerah itu masih rendah dalam mengurus surat keterangan kesehatan ternak.
Sebagai contoh katanya, saat Idul Adha lalu, tidak ada satu pun pedagang ternak asal Solok Selatan yang membuat surat keterangan sehat. Padahal untuk membuat surat tersebut masih gratis.
Membuat surat keterangan sehat ternak tidak sulit, petani atau pedagang cukup datang ke pusat kesehatan hewan (puskeswan) terdekat.
"Nanti dokter hewan atau paramedik akan memeriksanya, jika hewan ternak tersebut tidak sehat, pasti tidak akan dikeluarkan surat keterangan sehatnya," sebutnya.
Dia berharap, dengan adanya rumah potong ini kesehatan hewan yang akan disembelih lebih terjamin.
Sebelumnya DPRD Solok Selatan mendesak pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan lebih gencar menyosialisasikan penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Kesehatan hewan ternak, terlebih hewan ternak yang akan disembelih yang dagingnya diperdagangkan seperti sapi dan kambing sangat penting, karena akan dikonsumsi oleh masyarakat," kata anngota DPRD Solok Selatan Solikhin.
Jika kondisi kesehatan hewan ternak yang akan disembelih tidak diketahui, ditakutkan hewan tersebut mengidap penyakit yang membahayakan manusia jika dagingnya dikonsumsi. (*)
Pewarta: Erik Ifansyah Akbar
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
