
Kinerja Ekspor Sumbar Menurun Tajam
Senin, 26 September 2016 12:30 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar), mencatat kinerja ekspor di provinsi itu pada triwulan II 2016 menurun tajam menjadi minus 30,34 persen dibandingkan triwulan I yang hanya tumbuh minus 10,88 persen.
"Volume ekspor nonmigas turun dari 663,9 ribu ton pada triwulan I 2016 menjadi 647,0 ribu ton pada triwulan II 2016," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar, Puji Atmoko di Padang, Senin dalam dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Triwulan II Provinsi Sumbar.
Menurutnya ditinjau dari komoditas menurunnya ekspor nonmigas terutama berasal dari turunnya ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit yang memiliki pangsa sebesar 75,1 persen dari total ekspor Sumbar.
Volume ekspor CPO turun dari 431,4 ribu ton pada triwulan I menjadi 362,7 ribu ton pada triwulan II 2016, tambahnya.
Sementara dari sisi pertumbuhan, volume ekspor CPO memburuk menjadi minus 33,9 persen pada triwulan II 2016, dibandingkan pencapaian triwulan I 2016 yang masih tumbuh sebesar 40,4 persen.
Berdasarkan hasil kajian ekspor CPO turun sebagai dampak dari lemahnya permintaan negara tujuan ekspor, menurunnya produksi pascagangguan asap dan kemarau pada tahun lalu, serta harga yang masih belum setinggi 2014, ujar dia.
Selain itu indikator lain yang menunjukkan perlambatan ekspor tercermin dari aktivitas perdagangan luar negeri melalui Pelabuhan Teluk Bayur .
Ia menyebutkan volume dan pertumbuhan muatan ekspor Teluk Bayur mengalami penurunan dari 643,9 ribu ton atau minus 22,2 persen pada triwulan I 2016 menjadi 632,5 ribu ton atau minus 27,1 persen pada triwulan II 2016.
Sebelumnya pengamat ekonomi Universitas Andalas (Unand) Padang, Prof Elfindri menilai pembenahan sektor perdagangan ekspor di Sumbar perlu menjadi prioritas terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Sebab menurutnya dalam MEA persaingan perdagangan akan melibatkan beragam komoditas, selain itu arus barang akan semakin kencang akibatnya bila tidak siap hanya akan menjadi konsumen.
"Sudah saatnya Sumbar memunculkan komoditas andalan yang memiliki nilai jual untuk bersaing," ujarnya. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
