
Disdik: PIP Memperluas Akses Pendidikan
Selasa, 30 Agustus 2016 21:03 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah dapat memperluas akses pendidikan, kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Habibul Fuadi di Padang, Selasa.
"Dengan adanya PIP melalui Kartu Indonesia Pintar dapat membantu biaya pendidikan dan meringankan beban orangtua," tambahnya.
Ia mengemukakan dengan adanya PIP membuat anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah tidak terkendala lagi oleh biaya.
PIP, lanjutnya melanjutkan dapat membantu kelompok masyarakat yang perekonomiannya berada di bawah rata-rata.
Dia mencontohkan biasanya ketika membeli buku terasa berat dikarenakan biaya untuk pembeliannya tidak ada, namun dengan adanya PIP tersebut hal itu tidak menjadi halangan lagi.
"Apalagi sekarang bukan hanya bantuan PIP, tapi dari sekolah sendiri dengan adanya dana bos juga sangat membantu anak miskin, misalnya untuk beli baju sekolah, biaya transportasi dan lainnya," sebut dia.
Menurutnya pendidikan dianggap mampu mendongkrak taraf ekonomi masyarakat sehingga dengan semakin banyak masyarakat yang berpendidikan di suatu daerah bisa membantu perekonomian daerah itu.
"Kalau pendidikan naik maka akan berbanding lurus dengan pendapatan dan pekerjaan, setiap negara maju pasti pendidikannya lebih baik dan diatas rata-rata, makanya pemerintah menggenjot bantuan-bantuan bagi orang-orang yang tidak mampu ini, supaya mereka tidak ada alasan untuk tidak mencapai minimal wajib belajar itu," ujar dia.
Kemudian, tambahnya meskipun begitu dana PIP itu sebenarnya masih belum cukup sepenuhnya untuk membantu dan meringankan beban dari siswa miskin, hal itu karena kebutuhan dan hal lainnya pada saat sekarang semakin meningkat.
Untuk tingkat SMA menerima dana pendidikan KIP sebesar Rp1 juta, tingkat SMP sebesar Rp750 ribu dan untuk tingkat SD sebesar Rp450 ribu per tahun.
Ia menerangkan pencairan dana tersebut sekali dalam setahun. Jika hanya Rp750 ribu untuk satu tahun sekitaran 30 ribuan per bulan maka hanya sekitar 3 ribuan per hari jika dihitung waktu sekolah hanya 20 hari.
"Untuk ongkos transportasi saja itu kurang cukup," terangnya.
Ia berharap pemerintah dapat menambah dana untuk PIP ini sehingga dapat semakin menambah kesejahteraan dan membantu siswa miskin. (*)
Pewarta: Pratiwi Tamela
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
