
Agam Lakukan Pengobatan Gratis Sapi
Rabu, 10 Agustus 2016 20:03 WIB

Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan pengobatan massal secara gratis untuk sapi milik peternak dalam mengantisipasi penyakit menular.
"Pengobatan secara massal ini kami fokuskan pada sapi milik masyarakat di Sentra Peternakan Rakyat (SPR) Intan Permato Kecamatan Palembayan," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Agam Afdhal di Lubuk Basung, Rabu.
Ia mengatakan, pengobatan massal dengan target 650 ekor sapi ini telah dilakukan pada awal Juli 2016 dengan mengerahkan sembilan petugas dari dokter hewan dan tenaga teknis peternakan.
Pengobatan massal yang diberikan itu berupa pemberian vitamin, antibiotik, obat cacing, pemeriksaan kebuntingan dan gangguan reproduksi.
"Dana untuk pengobatan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Agam dan APBD Provinsi Sumbar pada 2016," katanya.
Pengobatan massal ini bertujuan untuk mencegah penyakit menular yang diderita oleh sapi di SPR Intan Permato, sehingga sapi milik peternak berkembang dengan baik.
Dengan cara ini, maka peternak akan sejahtera sesuai dengan tujuan pembentukan SPR itu.
Ia menjelaskan, SPR Intan Permato ini dibentuk pada awal 2016 dengan jumlah sapi sebanyak 1.000 ekor dengan jenis bali, brahman dan peranakan ongole (PO).
Sapi ini milik 643 peternak yang tersebar di Subarang Aia, Kampuang Tangah, Kayu Pasak, Sikabau, Pasa Rabaa, Tompek dan lainnya.
Ia menambahkan SPR ini dibentuk untuk mengubah pola pikir peternak melalui pendidikan partisipatif berorientasi bisnis kolektif.
Dalam menyukseskan program ini, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Universitas Andalas dalam menyampaikan teknologi pengembangan sapi secara baik kepada peternak.
Salah seorang peternak, Erniati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan pengobatan secara gratis, sehingga sapi miliknya tidak terserang penyakit.
"Kami berharap pengobatan ini dilakukan tiap tahun, agar sapinya terhindar dari penyakit menular yang bisa mengakibatkan kematian," katanya. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
