
Kodim 0305/Pasaman Kembangkan Padi Unggul Kartika I-82
Jumat, 5 Agustus 2016 10:42 WIB

Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0305/ Pasaman, Sumatera Barat mengembangkan padi varietas unggul jenis Kartika I-82 guna mendukung tercapainya peningkatan swasembada pangan di daerah itu.
"Guna mendukung swasembada pangan ini, kami membuat demplot padi Kartika I-82 seluas 1 hektar lahan sawah yang bekerjasama dengan masyarakat di Nagari Aia Manggih Lubuk Sikaping," kata Dandim 0305/ Pasaman Letkol Arm Cosmas Pramunditho di Lubuk Sikaping, Kamis (4/8/2016).
Ia menambahkan rencananya penanaman padi unggul tersebut akan dilakukan pada Senin (8/8) di demplot wilayah Koramil 01/ Lubuk Sikaping dengan menggunakan tiga unit mesin transplanter.
Kegiatan ini merupakan kerja sama antara masyarakat dengan Kodim, seperti lahan sawah yang digunakan milik masyarakat, dan untuk pengolahan lahan, bantuan benih dan penanamannya dibantu oleh Kodim.
Penanaman padi varietas unggul ini, ujar dia dilakukan dengan sistem jajar legowo untuk memperbanyak tunas dan jumlah rumpunnya.
Penanaman dengan menggunakan mesin transplanter ini baru sebagai uji coba karena belum pernah dilakukan sebelumnya di daerah ini.
Ia mengemukakan program ini adalah program tahunan Kodim 0305/ Pasaman dalam menyukseskan swasembada pangan Nasional sekaligus untuk memberikan contoh kepada kelompok tani atau masyarakat yang ada di daerah setempat.
"Dengan menggunakan padi varietas unggul Kartika I-82 ini diharapkan hasil produksi masyarakat terus meningkat karena panennya juga lebih cepat. Kami prediksi proses penanaman hingga panen selama 90 hari," lanjutnya.
Menurutnya padi Kartika I-82 ini juga masuk dalam orientasi pasar sehingga selain dapat dikonsumsi sendiri oleh masyarakat, juga laku terjual di pasar.
"Gabah yang dihasilkan juga bermutu dan berkualitas baik sehingga dapat dijadikan acuan oleh para petani untuk musim tanam berikutnya," tambahnya.
Ia juga berharap dengan adanya program ini dapat lebih meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani dalam pengolahan lahan sawah hingga pasca panen, meningkatkan produktivitas panen, serta mempercepat penerapan teknologi pertanian di daerah itu. (*)
Pewarta: Riko Saputra
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
