
BPOM Temukan Sampel Makanan Diduga Mengandung Borak
Rabu, 22 Juni 2016 13:10 WIB

Pariaman, (Antara Sumbar) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Barat, menemukan satu sampel pada panganan berbuka puasa yang diduga mengandung unsur borak di Kota Pariaman.
Kepala Seksi Sertifikasi BPOM Sumbar, Ernanetti di Pariaman, Selasa, mengatakan dari 30 macam sampel makanan dan minuman yang diuji, satu di antaranya diduga mengandung unsur borak berdasarkan hasil pemeriksaan sementara.
"Satu sampel yang kita temukan tersebut berasal dari minuman es rumput laut yang dibeli langsung dari pedagang, namun kepastian hasilnya secara akurat akan dilakukan pengujian secara mendalam ke laboratorium di Padang," kata dia.
Ia mengatakan terdapat empat fokus pengujian BPOM di antaranya Rhodamin, Borak, Formalin, dan makanan yang mengandung zat metalin. Dari beberapa kali pengujian yang telah dilakukan pihaknya di Sumbar, pada umumnya BPOM menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya Rhodamin B dan Borak.
Pihaknya juga menyebutkan terdapat perbedaan yang jelas apabila suatu makanan mengandung unsur Rhodamin B. Sebagai contoh dikatakanya, kerupuk yang mengandung Rhodamin B akan terdapat bintik-bintik merah, apabila digoreng maka bintik merah tersebut tidak larut.
"Makanan yang mengandung Rhodamin B tersebut berwarna ping tajam atau cerah," jelasnya.
Sementara makanan seperti kerupuk yang mengandung unsur borak dikatakanya akan terasa getir dan renyah ketika di tenggorokan.
Ia menambahkan makanan yang mengadung Rhodamin B dan Borak apabila digoreng warnanya akan tetap cerah atau tajam, sedangkan yang tidak mengandung zat berbahaya tersebut warnanya lebih cenderung memudar.
Sementara itu Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman, mengatakan pemerintah setempat akan melakukan kajian mendalam terkait dugaan masyarakat yang menjual makanan mengandung unsur berbahaya tersebut.
"Tentunya pemerintah terus mengimbau kepada konsumen yang akan belanja agar terlebih dahulu memperhatikan tingkat higienisnya," kata dia.
Mukhlis mengatakan pantauan terhadap makanan dan minuman terus dilakukan setiap Bulan Suci Ramadhan untuk memastikan masyarakat aman dalam mengkonsumsi yang dijual pedagang. Pihaknya mengimbau kepada seluruh pedagang agar menjual makanan yang sehat dan higienis sehingga tidak merusak kesehatan masyarakat di kemudian hari. (*)
Pewarta: Zulfikar
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
