Logo Header Antaranews Sumbar

Warga Terganggu Akibat Petasan Subuh di Painan

Senin, 6 Juni 2016 17:58 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas Kepolisian menunjukan petasan hasil sitaan di rumah kosong yang menjadi gudang petasan di kawasan Cungkuk, Margorejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Painan, (Antara Sumbar) - Warga Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), merasa terganggu dalam beribadah akibat adanya aktivitas anak-anak bermain petasan saat Subuh di daerah itu.

"Saya terkejut saat ada letusan petasan saat akan melaksanakan Shalat Subuh berjamaah," kata warga Kambang, Kecamatan Sutera, Gusni di Kambang, Painan, Senin.

Ia menambahkan harusnya ada larangan dan tindak tegas dari pihak keamanan setempat.

Menurutnya, mungkin larangan itu ada namun tidak terlaksana karena penertiban terhadap penjualan petasan juga belum maksimal.

"Kami sebagai warga tentu berharap pemerintah dan pihak keamanan mengatasi masalah petasan secepatnya. Jangan terulang terus-menerus," ujarnya.

Warga lainnya berdomisili di Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, Sriwahyuni mengaku sudah melarang anak-anaknya bermain petasan, namun mereka tidak mematuhinya.

"Mereka tetap saja meletuskan petasan dan hal ini cukup mengganggu warga setempat," ujarnya.

Sementara anak yang bermain petasan saat Subuh di Jembatan Balai Selasa, Doni Maulana (11) menyebutkan memainkan petasan sudah jadi tradisi baginya dan teman-teman setiap Subuh di bulan Ramadhan.

Anak lainnya Benny (10) juga memainkan petasan dengan teman-temannha di kawasan Pasar Lakitan Kecamatan Sutera.

"Petasam ini saya dapat dari teman yang dibeli di pasar pada Minggu (5/6) pagi," ujarnya.

Petasan itu dibeli seharga Rp1.500 perbungkus yang berisi sepuluh batang petasan yang berukuran sembilan centimeter. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026