
OJK: Sumbar Potensial Bagi Pengembangan Perbankan Syariah
Kamis, 19 Mei 2016 22:16 WIB

Padang, (Antara) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengemukakan Sumatera Barat merupakan daerah yang potensial bagi pengembangan perbankan syariah karena pangsa pasarnya berada di atas nasional.
"Secara nasional pangsa pasar perbankan syariah kurang dari lima persen, di Sumbar sudah mencapai angka 6,8 persen," kata Direktur Grup Pengaturan, Perizinan, Penelitian dan Pengembangan Perbankan Syariah OJK, Deden Firman Hendarsyah di Padang, Kamis.
Ia menyampaikan hal itu pada pembukaan Expo IB Vaganza yang digelar di lantai I Plaza Andalas dihadiri Kepala Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko, Plt Direktur Bisnis BNI Syariah Kukuh Rahardjo, Kepala Kantor OJK Sumbar Indra Yuheri dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.
Deden menyebutkan berdasarkan data yang dihimpun hingga Februari 2016 total aset perbankan syariah di Sumbar mencapai Rp4 triliun, pembiayaan Rp3,6 triliun dan dana pihak ketiga Rp2,8 triliun.
Ini tidak lepas dari posisi Sumbar sebagai kota perdagangan dan pariwisata, katanya.
Sementara secara nasional saat ini tercatat 12 bank syariah, 22 unit usaha syariah, 164 bank perkreditan rakyat syariah dengan total aset mencapai Rp298 triliun.
Ia mengakui dibandingkan bank konvensional aset bank syariah masih kecil namun dukungan pemerintah untuk terus mengembangkannya cukup baik.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan pertumbuhan bank syariah di Sumbar akan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
"Saat ini Sumbar fokus mengembangkan pariwisata, dan salah satu penggeraknya adalah sektor usaha mikro, kecil dan menengah, kami berharap perbankan syariah ikut membantu pengembangan UMKM melalui dukungan modal," katanya.
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
