
Pasaman Barat Darurat Narkoba
Selasa, 29 Maret 2016 16:40 WIB

Simpang Empat, (AntaraSumbar) - Kepala Kepolisian Resor Pasaman Barat AKBP Toto Fajar Prasetyo mengatakan, daerahnya darurat narkoba sehingga dibutuhkan peran semua pihak untuk menanggulanginya.
"Peredaran narkoba di Pasaman Barat sudah mengkhawatirkan. Pasaman Barat saat ini dijadikan daerah sasaran peredaran narkoba," katanya saat sarasehan peran pemarintah daerah, TNI, Polri, ninik mamak dan tokoh agama dalam menciptakan keamanan ketertiban masyarakat yang kondusif di Aula Mapolres, Selasa.
Ia mengatakan, secara geografis, Pasaman Barat berbatasan langsung dengan Mandailing Natal Sumatera Utara (Sumut). Apalagi dari tersangka yang ditangkap mengaku narkoba itu berasal dari Mandailing Natal.
"Pasaman Barat tidak hanya dijadikan daerah perlintasan. Tetapi juga dijadikan sebagai daerah sasaran," katanya.
Ia menilai untuk memberantas peredaran itu maka diperlukan peran serta semua elemen masyarakat dalam upaya membentengi masyarakat dari pengaruh narkoba.
"Diperlukan sinergitas semua pihak dalam memberantas narkoba. Melalui forum ini mudah-mudahan sampai pesan ini ke masyarakat," katanya.
Ia menyebutkan selain bahaya narkoba hal yang menganggu keamanan ketertiban masyarakat adalah pencurian kendaraan bermotor dan penganiayaan.
Sebab, kata dia, perilaku gangguan di masyarakat juga dipicu oleh pelaku yang memakai narkoba atau minuman keras dan lainnya.
"Saat ini ada 10 kasus penganiayaan yang kita tangani yang dipicu oleh korban yang minum-minuman keras tradisional tuak. Pencurian kendaraan bermotor ada tujuh kasus. Untuk itu perlu kerja sama semua pihak dalam menanggulanginya," katanya.
Kapolres didampingi Kepala Satuan Intel AKP Muzhendra mengatakan, untuk mengantisipasi hal itu pihaknya telah melaksanakan kegiatan bersama yang dinamakan patroli tuah basamo, Jumat Berkah, dan peningkatan kerja intelijen.
Selain itu juga diperlukan sinergitas dengan Pemkab Pasaman Barat, tokoh adat, agama, pemuda dan lainnya.
Sarasehan itu diikuti pemuda, tokoh agama dan alim ulama. Tampil sebagai nara sumber Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Alman Dt Gampo, Kepala Kesatuan Bangsa Politik, Yudesri dan alim ulama, Suharjo Lubis.
Selain itu Kepala Bagian Bimas Polres Pasaman Barat, AKP Zalkisman Lubis dengan moderator AKP Mudadasir serta bekerja sama dengan Badan Intelijen Nasional (BIN).
Ketua LKAAM Pasaman Barat, Alman Dt Gambo Alam mengatakan dalam menciptakan keamanan ketertiban masyarakat yang kondusif ninik mamak sangat berperan sebelum dilanjutkan ke proses hukum.
"Artinya, kalau masalahnya bisa diselesaikan ditingkat bawah oleh ninik mamak kenapa harus diproses hukum ke polisi," sebut Alman. (*)
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
