Logo Header Antaranews Sumbar

Peserta UN Padang Panjang 4.055 Siswa

Kamis, 24 Maret 2016 17:11 WIB
Image Print

Padang Panjang, (Antara) - Peserta Ujian Nasional tahun ajaran 2015/2016 di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, berjumlah 4.055 siswa, mulai dari jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

"Dari 4.055 orang siswa tersebut, 1.727 siswa SLTP dan 2.299 siswa SLTA," kata kepala Bidang SLTP/SLTA Dinas Pendidikan Padang Panjang, Murniati Kudus di Padang Panjang, Kamis.

Ia menambahkan, jumlah peserta UN tersebut sudah divalidasi sejak awal tahun. "Mudah-mudahan tidak ada perubahan lagi," katanya.

UN yang akan berlangsung 4 hingga 7 April 2016 tersebut, akan dilaksanakan di masing-masing sekolah yang memiliki persyaratan dan sejumlah indikator lainnya.

Namun, jika tidak memiliki persyaratan yang sudah ditetapkan, maka sekolah tersebut akan menggabungkan peserta UN-nya ke Sekolah penyelenggara, jelasnya.

Ia menyebutkan, jika peserta UN dari berbagai tingkatan tidak bisa melaksanakan UN sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, maka akan dilaksanakan UN susulan.

"UN susulan berlaku bagi siswa yang bisa ditoleransi tidak bisa hadir pada waktu UN utama seperti, sakit, kecelakaan atau yang bersifat darurat," katanya.

Pemerintah kota (Pemkot) Padang Panjang melalui Dinas Pendidikan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kelulusan mencapai 100 persen.

"Untuk mencapai target kelulusan kami melakukan uji coba (try out), ujian sekolah, menggelar tambahan jam belajar dan kegiatan lainnya," sebutnya.

Di Padang Panjang terdapat SLTP terdiri atas lima SMP negeri dan lima SMP swasta ditambah satu MTs negeri dan lima MTs swasta.

Selanjutnya tingkat SLTA berjumlah 21 sekolah terdiri atas empat SMA negeri dan dua swasta, serta dua SMK negeri dan dua SMK swasta, serta madrasyah aliyah terdiri tiga MA negeri dan dua MA swasta.

Anggota DPRD Padang Panjang, Hendra Saputra berharap pelaksanaan UN tahun ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar.

"Kami juga meminta kepada Dinas Pendidikan lebih mengutamakan mutu pendidikan, sehingga tingkat kelulusan bisa lebih baik," ujarnya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026