Logo Header Antaranews Sumbar

Produk IKM Sumbar yang Ekspor Belum Terdata

Sabtu, 20 Oktober 2012 08:38 WIB
Image Print
Sulaman produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Sumbar.

Padang, (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumatera Barat menyatakan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang di ekspor pelaku usaha belum terdata, karena masih bersifat barang bawaan ke luar negeri. "Ekspor produk IKM Sumbar, selama ini telah ada ke sejumlah pasar luar negeri tetapi belum dalam bentuk formal," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumbar, Afriadi Laudin di Padang, Sabtu. Produk IKM yang telah ekspor itu, kata dia, di antaranya sulaman, bordinaran dan beberapa jenis lainnya, tapi prosesnya masih bersifat tentengan sehingga sulit dalam pendataan. Secara bertahap ke depan hal ini tentu perlu dilakukan pendataan sehingga jelas berapa volume ekspor produk IKM Sumbar, dan kemana saja daerah tujuannya. Pihaknya meminta pelaku IKM dapat pula membantu pendataan dan kemudian memberikan laporannya kepada instansi di wilayah masing-masing. "Kita tengah berupaya mendorong peningkatan ekspor produk-produk IKM, salah satunya dengan membantu peningkatan mutu dan sertifikasi terhadap produk," katanya. Langkah yang dilakukan memfasilitasi dalam peningkatan mutu komoditas dan menggelar temu bisnis. Namun, hal ini tidak berdiri sendiri, perlu peran lintas sektoral. Kini komoditas ekspor Sumbar masih mendominasi sektor pertanian dan perkebunan, di antaranya minyak mentah kelapa sawit (CPO), karet, hasil olahan kelapa, cassiavera, gambir, pinang, kakao, minyak atsiri dan palam. Dampak pengaruh krisis keuangan global memberi dampak penurunan sejak beberapa bulan terakhir, meskipun bukan negara tujuan yang terkena langsung. "Negara tujuan ekspor komoditas Sumbar, memang terkena dampak langsung, tapi pasar dari negara tujuan ekspor mengalami krisis finansial," ujarnya. Data Badan Pusat Statistik Sumbar, nilai ekspor Sumatera Barat yang seluruhnya berasal dari komoditi nonmigas pada bulan Agustus 2012 senilai 196,0 juta dollar atau turun sebesar 7,32 persen dibandingkan dengan ekspor bulan Juli 2012 yang tercatat sebesar 211,4 juta dollar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, total nilai ekspor Januari-Agustus 2012 sebesar 1.658,4 juta dollar AS atau mengalami penurunan sebesar 21,52 persen, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai 2.113,2 juta dollar. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026