
Bocah Kepala Membesar Dibawa ke Rumah Sakit
Jumat, 15 Januari 2016 07:59 WIB

Simpang Ampek, (Antara) - Faiha Nadasalfa (2,5), bocah asal Pasar Lama, Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat yang mengidap penyakit kepala membesar akhirnya dibawa ke Rumah Sakit M Djamil di Padang, Jumat.
"Direncanakan pagi ini Faiha diperiksakan ke dokter bedah syaraf. Mudah-mudahan berjalan lancar," kata koordinator dompet peduli Pasaman Barat Idenfi Susanto, di Simpang Ampek, Jumat pagi.
Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyumbangkan sedikit dananya untuk membantu warga yang membutuhkan.
"Tentunya partisipasi seluruh warga baik yang ada di Pasaman Barat maupun diperantauan membuat Faiha bisa berobat ke rumah sakit,"ujarnya.
Ia mengharapkan pemeriksaan kesehatan Faiha bisa berjalan dengan lancar nantinya. Selain itu Faiha bisa sembuh dengan cepat.
Bocah anak dari pasangan Prangkiola (24) dan Asma (23) itu mengalami sakit sejak lahir. Dia divonis dokter mengalami kelainan di kepala bawaan sejak lahir.
Keterbatasan ekonomi membuat Faiha tidak berobat ke dokter saat kepala mulai membesar sejak berumur enam bulan.
"Sampai saat ini kepalanya terus membesar. Sementara badannya kurus meskipun dia mau makan namun tidak seperti anak seumurnya," kata Asma.
Ketika rasa sakit menyerang, Faiha mengalami kejang-kejang dan tidak mau makan.
"Rasa sakit itu datang secara tiba-tiba dan membuatnya kejang-kejang. Kami hanya bisa melihat dan tidak tau apa yang bisa dilakukan," katanya.
Orang tua laki-laki Prangkiola (24) hanya bekerja sebagai tukang atau buruh yang berpenghasilan Rp70 ribu/hari.
Sedangkan orang tua perempuannya hanya sebagai ibu rumah tangga. Dengan keterbatasan itu membuat anak satu-satunya itu hanya bisa terbaring lemas tanpa berdaya.
"Kami sangat iba melihat Faisa. Apalagi ketika sedang kejang-kejang. Air mata ini mengalir dengan sendirinya,"kata Prakiola.
Ia berharap ada bantuan pemerintah terhadap anaknya ini sehingga bisa dibawa berobat ke rumah sakit.
Ia menceritakan anaknya lahir di Rumah Sakit Yarsi Simpang Ampek 2,5 tahun yang lalu. Ketika lahir dokter sudah memvionisnya ada kelainan dikepalanya.
Saat itu dokter menyarankan dibawa berobat ke rumah sakit di Kota Padang. Namun tidak adanya biaya maka Faiha hanya dibawa pulang dan berharap tidak terjadi apa-apa.
Ketika umurnya menginjak enam bulan, kepala Faiha mulai membesar bahkan hingga berumur 2,5 tahun kepalanya semakin membesar. Badanya lemas dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Mudah-mudahan anak kami cepat sembuh," kata Prakiola. (*)
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
