
BI: Ekonomi Sumbar Tumbuh 5,2 Persen 2016
Kamis, 17 Desember 2015 16:25 WIB

Padang, (Antara) - Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat memprediksi pertumbuhan ekonomi provinsi itu pada 2016 akan membaik dan tumbuh sekitar 5,2 persen hingga 5,6 persen.
"Pertumbuhan tersebut ditopang dukungan konsumsi rumah tangga seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat," kata Kepala Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko di Padang, Kamis.
Menurut dia meningkatnya optimistis investor terhadap dampak paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah diharapkan dapat memberikan iklim investasi yang semakin kondusif termasuk di Sumbar.
Secara keseluruhan pada 2015, BI memperkirakan ekonomi Sumbar berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,3 persen atau melambat dibandingkan 2014 yang mampu tumbuh mencapai 5,85 persen, ujar dia.
Ia mengatakan untuk keluar dari stagnasi perekonomian,butuh kerja keras dan sinergi untuk mempercepat transformasi.
Puji mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumbar tidak terlepas dari gejolak ekonomi nasional maupun global.
Sejak awal 2015, pertumbuhan ekonomi Sumbar terus melambat pada triwulan I 5,49 persen, triwulan II 5,31 persen dan triwulan III 4,71 persen, ujarnya.
Ia mengemukakan perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut berasal pelemahan ekspor karena berlanjutnya penurunan harga komoditas ekspor utama Sumbar yaitu CPO dan karet, serta imbas penurunan tingkat daya beli masyarakat yang berdampak pada perlambatan tingkat konsumsi rumah tangga.
Indikasi perlambatan itu terlihat pada sektor-sektor utama seperti perdagangan, industri olahan, serta transportasi dan pergudangan, kata dia.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar Asnawi Bahar mengatakan selama ini penopang utama dari pertumbuhan ekonomi daerah berasal dari konsumsi rumah tangga, bahkan, kontribusinya di atas 50 persen setiap tahunnya.
Sedangkan belanja modal barang dan jasa pemerintah tidak terlalu signifikan dalam mengangkat perekonomian, ujar dia.
Sementara di lain sisi, katanya perkembangan investasi daerah pun hingga kini belum menunjukkan daya ungkit yang cukup kuat dalam menunjang pertumbuhan.
"Apalagi saat ini tekanan akibat pelemahan ekonomi dunia mulai berdampak di daerah kita," ujarnya.
Untuk itu, dia mengingatkan pemerintah perlu segera mengimplementasikan berbagai paket kebijakan yang dibuat, sehingga dunia usaha kembali bergairah.
Kemudian, pemerintah daerah hendaknya mengawal komoditas ekspor yang berasal dari Sumbar guna mengantisipasi anjloknya harga di pasar luar negeri, kata dia. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
