Logo Header Antaranews Sumbar

Rektor Unud: Pejuang Pengendalian Tembakau Jangan Menyerah

Rabu, 16 Desember 2015 12:26 WIB
Image Print


Badung, Bali, (Antara) - Rektor Universitas Udayana Bali Prof Dr dr Ketut Suastika Sp.PD-KEMD meminta para pejuang pengendalian tembakau tidak menyerah dan berputus asa meskipun mendapat banyak tentangan dari berbagai pihak.

"Meskipun kecil, tapi perjuangan para pejuang pengendalian tembakau sangat besar nilainya bagi kemanusiaan. Universitas Udayana sangat mengapresiasi seluruh pejuang pengendalian tembakau," kata Ketut Suastika di Kuta, Bali, Rabu.

Suastika mengatakan perjuangan pengendalian tembakau tidak akan pernah berhenti, apalagi saat ini isu rokok dan pengendalian tembakau sudah masuk ke ranah politik dan kekuasaan.

Menurut Suastika, Provinsi Bali telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Sebagai provinsi yang banyak dikunjungi wisatawan, Bali merupakan salah satu jendela Indonesia.

"Kami di kampus juga sudah menerapkan kawasan tanpa rokok. Universitas Udayana saat ini sudah bebas asap rokok. Meskipun masih ada yang mencuri-curi merokok, tetapi kita kurangi sedikit demi sedikit," tuturnya.

Suastika mengatakan tidak mudah melarang semua orang untuk tidak merokok sepenuhnya karena berhadapan dengan perilaku manusia yang tidak bisa begitu saja diubah.

Suastika memberikan sambutan dalamLokakarya Pengendalian Tembakau untuk Kota Sehat yang diadakan Universitas Udayana Bali bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia, Kementerian Kesehatan dan The Union.

Dalam pembukaan acara tersebut, Kepala Subdit Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif Kementerian Kesehatan dr Theresia Sandra Ratih Dian menyatakan harapannya acara tersebut dapat memberikan rekomendasi untuk rencana aksi pada 2016.

"Semoga pada 2016, kita bisa lebib maju," ujarnya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026