Logo Header Antaranews Sumbar

Ombudsman Sumbar Surati BWSS V Terkait Embung Gunung Malelo

Selasa, 15 Desember 2015 15:34 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat menyurati Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) terkait kerusakan pintu embung Gunung Malelo di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar, Yunafri di Padang, Selasa mengatakan pihaknya menerima permasalahan layanan tersebut melalui pemberitaan harian Metro Andalas grup LKBN Antara terbitan 30 Oktober 2015.

"Dari pemberitaan itu kami akhirnya mengirimkan surat permintaan klarifikasi nomor 0199/KLA/0252.2015/pdg-04/XI/201 terkait kerusakan pintu embung itu ke Balai Wilayah Sungai Sumatera V," ujarnya.

Ia mengatakan sesuai dari berita di harian Metro Andalas bahwa kerusakan pintu embung Gunung Malelo berpotensi mengancam warga sekitarnya.

"Kalau kerusakan pintu tidak segera diperbaiki berpotensi embung akan jebol dan pastinya membahayakan warga sekitar," jelasnya.

Menanggapi hal itu, maka pihaknya meminta klarifikasi kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera V dan akan menunggu klarifikasi itu setelah 14 hari surat itu diterima.

"Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Ombudsman memiliki kewenangan meminta klarifikasi kepada pihak terkait mengenai pelayanan publik baik didasari oleh laporan masyarakat atau melalui prakarsa sendiri.

Sementara itu, Anggota Komisi IV Bidang Pembangunan, DPRD Sumbar, Saidal Masfiudin mengatakan perihal kerusakan pintu embung itu pihaknya meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera V untuk segera memperbaikinya.

"Jangan saling lempar tanggungjawab seandainya pintu pembuangan air tidak diperbaiki bahayanya bukan hanya mengancam satu dua warga tapi ratusan warga," kata dia.

Ia juga menyesalkan tidak ada kontrol berkala sehingga pintu pembuangan air itu mengalami kerusakan.

"Selain membahayakan, air embung Gunung Malelo juga tidak bisa dimanfaatkan oleh petani setempat," katanya. (cpw10)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026