
Solok Selatan Kembangkan Jeruk Keprok Kacang

Padang Aro, (ANTARA) - Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, berencana mengembangkan kembali jeruk keprok kacang pada tahun ini di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. "Tahun ini kami berencana mengembangkan kembali jeruk keprok kacang yang sebelumnya pernah ditanam petani, tapi sekarang sudah banyak yang berhenti. Untuk pengembangan ini kami mulai di Koto Parik Gadang Diateh seluas lima hektare," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Solok Selatan, Vera Septaria, di Padang Aro, Selasa. Dia menyebutkan, beberapa tahun yang lalu petani di Koto Parik Gadang Diateh sempat membudidayakan jeruk keprok kacang ini secara swadaya namun akhirnya terhenti karena belum ditemukannya pangsa pasar. "Selain kembali menggeliatkan budidaya jeruk keprok kacang, kami juga akan mencarikan pangsa pasar melalui pameran-pameran yang kita ikuti atau pola-pola promosi lainnya," katanya. Selain memiliki rasa yang cukup manis, jeruk keprok kacang yang pernah dikembangkan masyarakat Koto Parik Gadang Dietah dan Surian Kabupaten Solok ini, memiliki aroma yang khas, kata dia. Pengembangan jeruk keprok kacang ini direncanakan dibiayai oleh APBD Solok Selatan mengingat bukan program pemerintah pusat. "Kami ajukan anggarannya di APBD Solok Selatan pada tahun ini karena bukan program pusat," ujarnya. Dia menyebutkan, sesuai program pusat, Solok Selatan menjadi salah satu kabupaten di Sumatera Barat sebagai daerah untuk mengembangkan jeruk jenis siam mengingat kondisi iklim dan geografis yang cocok. Jenis jeruk siam yang dibudidayakan dari siam madu dan siam Gunung Omeh. Pengembangan jeruk siam di Solok Selatan telah dilakukan sejak 2006 dengan kawasan inti di Pekonina, Kecamatan Pauh Duo, dengan luas saat ini mencapai 39 hektare. Jeruk dari Pekonina ini dikenal dengan jeruk Pekonina. Sampai saat ini luas perkebunan jeruk di Solok Selatan sudah mencapai 407,5 hektare yang berkembang di tiga kecamatan, masing-masing Pauh Duo dengan luas 271,5 hektare, Sungai Pagu 21 hektare dan Sangir 115 hektare. Luas kebun tersebut baik bantuan pemerintah maupun secara swadaya. Selain di Solok Selatan, budi daya jeruk siam di Sumatera Barat juga dikembangkan petani Kabupaten Agam dan Kabupaten Limapuluh Kota. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
