
Indeks Konsumen Sumbar 2015 Triwulan III 100,61
Kamis, 5 November 2015 20:35 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat indeks tendensi konsumen di daerah itu pada triwulan III 2015 turun dibandingkan triwulan sebelumnya berada pada angka 100,61.
"Artinya kondisi ekonomi konsumen di Sumbar sedikit meningkat, namun kurang optimis dari triwulan sebelumnya yang berada pada angka 101,07," kata Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri di Padang, Kamis.
Menurut dia indeks tendensi konsumen adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui survei tendensi konsumen yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan.
Lebih lanjut Yomin mengatakan dalam melaksanakan survei dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.
Pelaksanaan survei dilakukan di Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Solok dan Kota Bukittinggi dengan jumlah sampel 28 blok sensus, ujar dia.
Ia menyampaikan meningkatnya indeks tendensi konsumen disebabkan dua variabel pembentuk yaitu pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga dan variabel volume atau frekuensi konsumsi rumah tangga
Menurutnya indeks tendensi konsumen triwulan III Sumbar berada di bawah indeks nasional yang berada pada posisi 109 dan berada pada posisi terakhir dari 10 provinsi di Sumatera.
Pada triwulan III indeks tendensi konsumen provinsi di wilayah Sumatera semuanya naik artinya kondisi ekonomi konsumen pada Juli hingga September meningkat, kata dia.
Sementara pada Triwulan IV indeks tendensi konsumen Sumbar diperkirakan sebesar 95,44 atau turun karena penurunan pendapatan rumah tangga mendatang dan rencana pembelian barang tahan lama yang meningkat.
Pada sisi lain Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumbar mendata pertumbuhan ekonomi di daerah itu masih didominasi oleh kontribusi konsumsi rumah tangga dengan angka mencapai 51 persen pada triwulan II 2015.
"Artinya jika ingin ekonomi tumbuh maka yang harus diperhatikan adalah perbaikan konsumsi karena nilainya mencapai 52 persen dari terhadap pendapatan domestik bruto," kata Kepala Perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko.
Menurut dia konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penahan perlambatan ekonomi dimana pada triwulan II berada pada angka 5,27 persen.
Pada triwulan II tercatat konsumsi rumah tangga naik 4,4 persen dibandingkan triwulan I, ujar dia. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
