Logo Header Antaranews Sumbar

Dinkes Pasaman: Asap Rokok Dapat Perparah ISPA

Selasa, 27 Oktober 2015 15:58 WIB
Image Print

Lubuk Sikaping, (AntaraSumbar) - Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman menyatakan, bahwa asap rokok akan memperparah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Desrizal, di Lubuk Sikaping, Selasa, mengatakan, ISPA tidak hanya makin memburuk jika terus terpapar kabut asap, melainkan juga jika terpapar asap rokok, sebab kabut asap dan asap rokok mengandung zat berbahaya bagi sistem pernapasan.

"Asap rokok mengandung tiga bahan utama berbahaya, yakni nikotin, tar yang mengandung 6.000 bahan kimia berbahaya dan 40 diantaranya bersifat karsinogen, dan gas karbon monoksida," jelasnya.

Apabila sudah terkena ISPA sebagai dampak kabut asap seperti saat ini, masyarakat perlu menghentikan kebiasaan merokok atau minimal menguranginnya supaya tidak memperburuk penyakit tersebut.

Ia menambahkan, untuk mencegah risiko penyakit akibat kabut asap tersebut, warga diimbau tidak menambah polusi di dalam rumah, seperti merokok, membakar sampah atau aktivitas yang bisa meningkatkan tingkat polusi udara di dalam ruangan.

ISPA masuk dalam sepuluh penyakit terbanyak, dimana penyakit tersebut, menduduki peringkat pertama didaerah itu, disusul penyakit diare dan penyakit lainnya.

"Tapi harap diingat, seseorang terserang ISPA, belum tentu disebabkan terpapar asap," jelasnya.

Dinas Kesehatan setempat mencatat, sejak tiga bulan terakhir, pasien dengan keluhan ISPA mencapai 2.803 dengan rincian sebanyak 972 orang pasien pada Juli 2015, sementara Agustus 2015 sebanyak 916 pasien dan September 2015 sebanyak 915 orang pasien.

"Umumnya, pasien ISPA bisa tertangani dengan baik di tingkat puskesmas dan Polindes yang ada, sebab masih kategori ringan,"ujarnya.

Desrizal mengatakan, selama bencana kabut asap, pihaknya memerintahkan seluruh puskesmas, baik rawatan maupun non rawatan siaga 24 jam, sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu pasien ISPA mengalami lonjakan.

"Puskesmas hasus siaga 24 jam, demikian juga dengan para tenaga medis dan obat-obatannya," katanya.

Sejauh ini, Dinkes telah mendistribusikan sebanyak 51 ribu masker untuk warga setempat, namun pendistribusian masker lebih diprioritaskan bagi anak usia Sekolah Dasar (SD). (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026