Logo Header Antaranews Sumbar

Laba Bersih Pertamina Menurun 47 Persen

Kamis, 22 Oktober 2015 15:37 WIB
Image Print

Jakarta, (AntaraSumbar) - Laba bersih PT Pertamina (Persero) menurun sebesar 47 persen pada kuartal III 2015 dengan perbandingan pada tahun sebelumnya.

"Permasalahan yang menjadi kendala adalah kompleksitas dari kilang yang masih rendah dan kurangnya kapasitas 'demand', sehingga kita banyak impor, oleh karena itu belum bisa lepas dari kurs mata uang serta dari pengaruh harga minyak dunia," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, Kamis.

"Harga minyak dunia yang masih berada di angka 50 dolar AS per barel, tentu saja kondisi kerja akan berbeda, dan posisi harga minyak dunia juga akan memukul banyak perusahaan minyak dunia," tuturnya.

Dalam jumpa pers tersebut, ia juga menjelaskan strategi pokok dan kondisi internasional serta domestik yang PT Pertamina lakukan di tahun 2015 dalam peran membangun kedaulatan energi.

Beberapa di antaranya adalah spesialisasi pada "upstream", kemudian efisiensi di semua lini, peningkatan kapasitas kilang dan petrochemical. Selain itu juga, pengembangan infrastruktur dan marketing, tidak kalah juga perbaikan struktur keuangan.

Direktur Keuangan Pertamina Arif Budiman menjelaskan, laba bersih pada kuartal III 2015 Pertamina adalah 914 juta dolar AS pada tahun sebelumnya adalah 1,73 miliar dolar AS. Secara presentasi penurunannya adalah 47 persen.

Sedangkan realisasi investasi Pertamina pada kuartal III adalah 2,5 miliar dolar AS, pada sektor hulu 2,0 miliar dolar AS dan pada realisasi investasi nonhulu kuartal III adalah 500 juta dolar AS.

"Untuk capaian efisiensi kami pada kuartal II 2015 sebanyak 430,77 juta dolar AS," ucap Arif.

Sementara, pendapatan perseroan pada sembilan bulan terakhir 2015 mencapai 31,99 miliar dolar AS, turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar 55,17 miliar dolar AS. Sedangkan, untuk EBITDA sebesar 3,56 miliar dolar AS.

"Kami harap dengan beberapa langkah pembangunan kilang baru dan efisiensi lainnya, dapat meningkatkan produktifitas PT Pertamina," pungkasnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026