Logo Header Antaranews Sumbar

Unand Peringkat 13 Publikasi Penelitian Terindeks Scopus

Senin, 28 September 2015 11:24 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menempati peringkat 13 tingkat nasional untuk publikasi penelitian yang terindeks kategori penilaian jurnal internasional atau Scopus.

"Saat ini Unand memiliki 521 buah jurnal penelitian yang telah masuk dalam kategori Scopus dan menempati posisi ketiga belas di bawah Unsyiah, Unud, dan Unhas sebagai perguruan tinggi dari luar Jawa," kata Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unand Reflinaldon, di Padang, Senin.

Dia menyebutkan peringkat ketiga belas ini dihitung hingga bulan Agustus 2015 lalu.

Ada kemungkinan bulan ini dan seterusnya akan ada penambahan jurnal terindeks Scopus.

Tergantung pada intensitas dosen Unand untuk menambah publikasi penelitiannya baik secara nasional maupun internasional, imbuhnya.

"Pencapaian ini beriring dengan peningkatan jumlah penelitian dan kualitasnya," katanya.

Sebelumnya Unand telah memperoleh predikat klaster tertinggi dalam bidang penelitian yakni Mandiri.

Selain itu beberapa penelitian Unand juga telah menjadi prioritas nasional semisal gandum, bioenergi, dan sejarah.

"Ke depan Unand akan terus meningkatkan jurnal penelitian terutama dalam mengejar pencapaian yang didapat oleh perguruan tinggi favorit lainnya," kata dia.

Sebagai gambaran sebutnya saat ini Institut Teknologi Bandung menempati peringkat pertama jurnal indeks scopus dengan total 4668.

Kemudian diikuti oleh Universitas Indonesia 3832, UGM 2169, IPB 1741 dan Institut Teknologi Sepuluh November dengan 1269 melengkapi lima besar.

Menurutnya paling realistis yang dapat dikejar oleh Unand yakni pencapaian Unsyiah, Unud dan Unair yang berada tiga tingkat di atas Unand.

Sementara itu salah seorang dosen Unand Verawati menilai untuk masuk ke dalam jurnal terindeks Scopus tidaklah mudah.

Sebab katanya adanya audit dan pemeriksaan ketat dari auditor jurnal menjadikan kesulitan bagi dosen.

Terutama bagi dosen muda atau dosen yang baru masuk mengajar di kampus.

Untuk itu dia berharap Unand dapat memberikan solusi kemudahan pemecahan masalah tersebut. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026