Logo Header Antaranews Sumbar

55 Kasus Rabies di Pariaman

Sabtu, 12 September 2015 16:33 WIB
Image Print

Pariaman, (AntaraSumbar) - Sepanjang tahun 2015 sebanyak 55 kasus rabies telah terjadi di Kota Pariaman, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, Yutiardi Rivai.

Ia di Pariaman, Sabtu, menyebutkan, dari 55 kasus tersebut 30 orang diantaranya direkomendasikan untuk suntik vaksin rabies.

"Kasus terakhir terjadi sekitar satu satu bulan yang lalu, tiga orang diantarnya terkena gigitan anjing," kata dia.

Yutiardi menjelaskan, dari 55 kasus tersebut tidak ada korban meninggal dunia. Daerah yang paling banyak terjadi kasus rabies ditempati Desa Naras Kecamatan Pariaman Utara dengan 28 kasus.

"Selain Desa Naras, Desa Padusunan dan Desa Marunggi juga merupakan dua daerah yang tinggi angka rabies masing-masing tujuh dan enam kasus," ucap dia.

Untuk menekan pertambahan angka rabies di kota itu Dinkes bersama dengan Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan setempat telah melakukan beberapa langkah, diantaranya melakukan suntuk vaksin kepada hewan penyebar rabies.

"Selain melakukan suntuk vaksin, kita juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya rabies," jelasnya.

Selain itu Pemerintah Kota (Pemkot) setempat juga tengah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anti Rabies.

Tujuan diusulkannya Ranperda tersebut agar kota itu terbebas dari rabies yang disebabkan oleh gigitan hewan seperti anjing, kucing, monyet, kukang dan sebagaianya, jelasnya.

"Kami menargetkan 2020 Kota Pariaman sudah terbebas dari masalah rabies, dan tentunya hal tersebut tidak terlepas dari kerja sama semua pihak termasuk masyarakat yang sadar akan bahaya rabies," tambahnya. (cpw11)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026