
Mendag: Defisit Neraca Perdagangan Dua Miliar Dolar

Jakarta, (ANTARA) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan defisit neraca perdagangan pada akhir 2012 akan berada dalam kisaran 1,5 miliar dolar AS-2 miliar dolar AS karena impor migas yang terus meningkat. "Menurut saya, 1,5 miliar-2 miliar dolar AS, Desember kan (angkanya) belum keluar kalau kumulatif sampai November 2012 baru 1,33 miliar dolar AS," ujarnya di Jakarta, Kamis. Gita menjelaskan, impor migas tersebut menyebabkan terjadinya defisit hingga 4,8 persen pada 11 bulan pertama tahun lalu, karena terkait dengan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Selain itu, lanjut dia, defisit terjadi karena adanya peningkatan impor non migas, terutama untuk kebutuhan barang modal dan barang baku untuk kebutuhan investasi serta produksi dalam negeri. "Jadi ini tergantung Desember, kalau defisit lagi mungkin secara total 2 miliar dolar AS untuk migas dan non migas," ujarnya. Gita mengatakan untuk tahun ini, ekspor diperkirakan masih mengalami pelambatan karena adanya krisis yang menyebabkan pergolakan harga komoditas, namun angka investasi diprediksi makin membaik. "Saya melihat investasi di riil sektor dan portofolio cukup baik, tapi dari sisi eksternal trade ini tergantung stabilisasi harga komoditas," ujarnya. Secara kumulatif, pada Januari-November 2012 terjadi defisit neraca perdagangan sebesar 1,33 miliar dolar AS, karena laju impor tercatat 176,09 miliar dolar AS dan ekspor sebesar 174,76 miliar dolar AS. Impor migas pada November 2012 tercatat mencapai 4,07 miliar dolar AS, sehingga selama Januari-November, nilai impor migas mencapai 38,85 miliar dolar AS atau naik 4,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara, peningkatan impor terbesar pada Januari-November berdasarkan golongan penggunaan barang adalah untuk barang modal mengalami kenaikan 19,74 persen serta bahan baku atau penolong hingga 7,87 persen. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
