Logo Header Antaranews Sumbar

BPBD Diminta Petakan Titik Rawan Bencana

Selasa, 28 Juli 2015 16:35 WIB
Image Print

Padang Panjang, (AntaraSumbar) - DPRD Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, memita Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan secara rinci titik rawan beserta penanganan saat terjadi bencana.

"Pemetaan titik rawan bencana itu guna mengantisipasi dan meminimalisasi terjadinya bencana alam, seiring tidak menentunya cuaca belakangan ini," kata Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan DPRD Padang Panjang Nasrullah di Padang Panjang, Selasa.

Ia mengatakan, Padang Panjang merupakan salah satu daerah yang rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.

"Kondisi kota itu rawan bencana alam, karena berada di dataran tinggi, potensi bencana alam seperti tanah longsor, kebakaran, banjir dan puting beliung cukup besar," ujarnya.

Seringnya cuaca yang tidak menentu di kota perlintasan itu, cukup membuat kekhawatiran warga, sehingga pemerintah diminta lebih jeli membuat peta rawan bencana, supaya masyarakat bisa mengetahui dan melakukan antisipasi lebih awal.

Kepala BPBD Padang Panjang Erizal menyebutkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai keperluan dalam menangani bencana alam.

"Termasuk tenaga, peralatan, dan peringatan dini terhadap masyarakat," katanya.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar bisa berperan aktif dalam tindakan preventif dari bahaya bencana.

"Peran serta masyarakat sangat menentukan tindakan preventif dari bahaya bencana alam," sebutnya.

Kalau masyarakat tidak peduli, kata dia, maka ancaman atau bahaya bencana alam itu akan dirasakan masyarakat itu sendiri.

Bahaya dari bencana alam dapat dilakukan tindakan preventif sedini mungkin dengan ikut berpartisipasi mengurangi resiko bahaya bencana alam itu.

Ia mengatakan sudah saatnya masyarakat Padang Panjang merubah paradigma kepada pelestarian lingkungan jika ingin terhindar dari resiko bencana alam.

"Marilah bersama-sama menjaga lingkungan, agar resiko bencana alam bisa diminimalisir sehingga Padang Panjang ini bebas dari bahaya banjir dan tanah longsor," jelasnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026