
Kinerja Ekspor Juni 2015 Turun 12,78 Persen
Rabu, 15 Juli 2015 15:40 WIB

Jakarta, (AntaraSumbar) - Badan Pusat Statistik menyatakan kinerja ekspor pada Juni 2015 menurun 12,78 persen menjadi 13,44 miliar dolar Amerika Serikat jika dibandingkan dengan periode yang sama 2014 yang tercatat sebesar 15,40 miliar dolar.
"Jika dibandingkan dengan Juni 2014, kinerja ekspor mengalami penurunan sebesar 12,78 persen," kata Kepala BPS Suryamin dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Suryamin mengatakan jika dibandingkan dengan Mei 2015, kinerja ekspor mengalami kenaikan sebesar 5,91 persen, dimana ekspor tercatat sebesar 12,69 miliar dolar AS, dan pada Juni 2015 sebesar 13,44 miliar dolar AS.
Sementara untuk ekspor nonmigas Juni 2015 mencapai 11,98 miliar dolar AS yang mengalami kenaikan sebesar 5,87 persen dibanding Mei 2015 yang sebesar 11,31 miliar dolar AS, sementara bila dibanding Juni 2014 turun 5,06 persen yang tercatat sebesar 12,62 miliar dolar AS.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan bahwa untuk ekspor nonmigas ke beberapa negara yang mengalami peningkatan cukup pesat antara lain adalah Australia, Filipina dan Belanda.
"Untuk produk yang menopang peningkatan ke Australia antara lain adalah barang dari besi dan baja, produk kayu, kapal laut, kertas dan pakaian jadi. Sementara ke Belanda adalah minyak sawit, kopra, timah dan peralatan listrik," kata Rachmat.
Sementara pada Januari-Juni 2015, lanjut Rachmat, pertumbuhan ekspor nonmigas ke beberapa negara yang masih mengalami pertumbuhan positif adalah Arab Saudi, India dan Vietnam.
Rachmat menambahkan, produk yang mengalami peningkatan ekspor terbesar pada Januari-Juni 2015 adalah bijih kerak dan abu logam, serta perhiasan atau permata. Sementara produk manufaktur yang memiliki potensi untuk ditingkatkan ekspornya adalah batu semi permata, barang dari logam mulia, fotografi dan optik, kendaraan bermotor dan suku cadang lainnya serta alas kaki.
Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2015 terhadap Mei 2015 terjadi pada lemak dan minyak hewan nabati sebesar 261,7 juta dolar AS atau sebesar 17,01 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan atau permata sebesar 139,3 juta dolar AS atau 23,63 persen.
Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat pada Juni 2015 mencapai angka terbesar yaitu 1,38 miliar dolar AS, yang disusul Tiongkok sebesar 1,23 miliar dolar AS dan Jepang 1,11 miliar dolar AS, dimana kontribusi dari tiga negara tersebut mencapai 31,09 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa atau 27 negara tercatat sebesar 1,39 miliar dolar AS.
Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari Juni 2015 turun sebesar 6,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 9,80 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik sebesar 1,35 persen.
Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari Juni 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai 12,95 miliar dolar AS atau 16,55 persen, diikuti Kalimantan Timur sebesar 9,85 miliar dolar AS atau 12,58 persen dan Jawa Timur sebesar 9,10 miliar dolar AS atau 11,63 persen.
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari Juni 2015 mencapai 78,29 miliar dolar AS atau menurun 11,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2014 yang tercatat sebesar 88,82 miliar dolar AS, demikian juga ekspor nonmigas mencapai 68,30 miliar dolar AS atau menurun 6,62 persen. (*)
Pewarta: Vicki Febrianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
