Logo Header Antaranews Sumbar

Mensos: Distribusi Raskin di Jakarta Masih Rendah

Senin, 13 Juli 2015 09:55 WIB
Image Print
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kiri) memeriksa beras miskin (raskin) saat sidak di gudang Bulog Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (11/7). Sidak tersebut dilakukan untuk memeriksa persediaan dan kualitas raskin sebelum didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu. (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Jakarta, (AntaraSumbar) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, distribusi beras bagi warga miskin (raskin) di sejumlah wilayah masih rendah, di antaranya termasuk di DKI Jakarta.

"Distribusi raskin yang masih rendah di bawah 60 persen, di antaranya DKI Jakarta dan Papua yang disebabkan terkendala pada pengiriman Surat Perintah Alokasi (SPA) dari kepala daerah," kata Mensos dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Mensos menjelaskan, Bulog tidak akan mengirim raskin dari gudang ke titik distribusi sebelum ada SPA yang dikeluarkan bupati/wali kota. Hal ini sudah merupakan SOP dalam distribusi raskin.

Lebih lanjut Mensos mengatakan, ada instruksi dari Presiden agar para menteri bersiaga 24 jam. Selain menjelang lebaran, juga pemerintah ingin memastikan stok beras aman hingga Desember 2015.

Sementara penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dilakukan setelah kepala daerah, yaitu bupati/wali kota mengeluarkan surat keterangan darurat bencana.

"CBP bisa digunakan setelah bupati/wali kota mengeluarkan surat keterangan darurat bencana. Bupati hingga 100 ton, gubernur 200 ton dan di atas 200 ton menjadi kewenangan Mensos," katanya.

Di setiap level pemerintahan sudah ada SOP yang mengatur dengan jelas kewenangan. Sehingga, dibutuhkan sinergitas yang baik antara elemen-eleman yang ada, baik unsur pemerintah maupun pihak-pihak terkait lainnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026