Logo Header Antaranews Sumbar

BI : Sumbar Inflasi 0,79 Persen Pada Juni

Selasa, 7 Juli 2015 08:37 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat daerah itu mengalami inflasi sebesar 0,79 persen pada Juni 2015 dimana angka ini lebih tinggi dari nasional yang mencapai 0,54 persen.

"Meningkatnya tekanan inflasi pada Juni 2015 bersumber pada kelompok komoditas "volatile food" (pangan bergejolak) yang mengalami inflasi sebesar 2,73 persen," kata Kepala Perwakilan BI Sumbar, Puji Atmoko di Padang, Senin.

Ia mengatakan komoditas utama penyumbang inflasi kelompok ini antara lain cabai merah, telur ayam ras dan beras.

"Pada sisi ekspektasi, para pedagang cenderung menaikkan harga berbagai kebutuhan pokok di bulan Ramadhan lebih tinggi dari kenaikan harga dalam keadaan normal," kata dia.

Pada sisi penawaran komoditas cabai terkendala akibat berkurangnya pasokan cabai Jawa karena tingginya permintaan dari daerah Timur Indonesia kepada sentra pemasok cabai di Jawa, lanjut dia.
Sementara itu, kata Puji inflasi kelompok barang dan jasa yang diatur pemerintah dan inflasi inti cenderung stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut dia tidak adanya perubahan kebijakan pemerintah terkait komoditas energi strategis pada bulan Juni 2015 menyebabkan laju inflasi kelompok barang dan jasa yang diatur pemerintah terjaga pada tingkat 0,33 persen .

Ia memperkirakan tekanan inflasi Sumbar naik pada Juli 2015 akibat adanya peningkatan permintaan menjelang perayaan Idul Fitri 1436 Hijriyah dan tahun ajaran baru.

Puji mengemukakan sesuai siklus gejolak harga pangan menjelang Idul Fitri perlu diwaspadai terutama untuk komoditas cabai merah dan bawang merah.

Selain itu, wilayah Sumbar yang menjadi salah satu tujuan utama mudik Lebaran diperkirakan dapat menambah tekanan inflasi melalui kenaikan biaya tiket angkutan udara, ujar dia.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan berdasarkan hasil pantauan sejumlah komoditas ke pasar modern dan tradisional beberapa kebutuhan pokok harganya stabil bahkan ada yang yang turun seperti cabai dan ayam ras.

"Saya berharap harga tetap terkendali hingga Lebaran sehingga inflasi dapat di tekan," ujar dia.

Irwan mengimbau kepada masyarakat agar tidak berlebih-lebihan dalam berbelanja dan kepada pedagang diminta tidak mengambil untung yang terlalu besar. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026