
Pertamina-PGN Tangani Krisis Energi Sumatera Bagian Utara
Selasa, 30 Juni 2015 23:18 WIB

Jakarta, (AntaraSumbar) - PT Pertamina (Persero) melalui perusahaan afiliasinya, PT Pertamina Gas Niaga menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk guna menangani krisis energi di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Direktur Utama Dwi Soetjipto dalam penandatanganan perjanjian di Kementerian ESDM Jakarta, Selasa, mengatakan kerja sama antara kedua BUMN itu dilakukan dalam rangka menjamin pasokan gas untuk kebutuhan industri dan kelistrikan di wilayah Sumatera bagian utara.
Harapannya, dengan adanya jaminan pasokan gas bisa mendorong perekonomian di wilayah itu.
Dalam perjanjian tersebut, PGN membeli gas dari Pertamina sebesar 8 MMSCFD hingga 25 MMSCFD dalam lima tahun hasil regasifikasi dari LNG di Arun yang mengalir melalui pipa transmisi gas Arun-Belawan yang dioperasikan Pertagas.
Pertagas sendiri tengah membangun ruas pipa gas di jalur Belawan - Kawasan Industri Medan - Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke yang ditargetkan rampung pada September mendatang.
Ada pun saat ini, kemajuan proses pembangunan pipa telah mencapai 72 persen.
Kawasan itu disebut-sebut sebagai kantung permintaan pasokan gas baik untuk ketenagalistrikan maupun industri manufaktur.
Menteri ESDM Sudirman Said, yang menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut, mengaku bahagia atas hubungan dua perusahaan pelat merah itu dalam menciptakan ketahanan energi negara.
"Yang membuat saya bahagia adalah kemesraan yang semakin tumbuh antara Pertamina dan PGN, semoga bisa berlanjut dalam karya," katanya. (*)
Pewarta: Ade Irma Junida
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
