
Rokhmin: Kinerja Sektor Kelautan Terus Meningkat
Jumat, 19 Juni 2015 13:22 WIB

Jakarta, (Antara) - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mengatakan kinerja sektor kelautan dan perikanan dari segi volume termasuk bagus karena meningkat dari tahun ke tahun.
"Sebelum ada Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 1999, Indonesia merupakan produsen perikanan terbesar ketujuh. Pada 2004 menjadi peringkat keempat dan sejak 2013 terbesar kedua di dunia," kata Rokhmin Dahuri kepada Antara di Jakarta, Jumat.
Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengatakan kontribusi sektor ekonomi kelautan dan perikanan terhadap perekonomian nasional terus meningkat.
Pada 1999 kontribusi sektor-sektor ekonomi kelautan hanya 1,9 persen dari pendapatan domestik brutto (PDB). Pada 2013, kontribusi sektor tersebut terhadap PDB meningkat menjadi empat persen.
Nilai ekspor juga terus meningkat. Pada 1999 ekspor sektor kelautan dan perikanan tercatat 1,5 miliar dolar Amerika Serikat. Pada 2013, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat nilai ekspor 3,75 miliar dolar.
Begitu pula penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sebelum 1999, PNBP dari sektor tersebut selalu kurang dari Rp30 miliar. Namun, setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan dibentuk, PBNP ada di kisaran Rp77 miliar hingga Rp280 miliar.
Namun, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Maritim itu menilai kinerja pembangunan kelautan Indonesia masih jauh dari harapan meskipun secara umum sektor-sektor ekonomi kelautan mengalami peningkatan dan perbaikan kinerja.
"Bila dilihat dari besarnya potensi pembangunan kelautan Indonesia, dan dibandingkan dengan negara-negara lain dengan potensi kelautan yang lebih kecil, kinerja pembangunan kelautan Indonesia masih jauh dari harapan," katanya.
Ia mengatakan dengan potensi yang sangat besar, konstribusi sektor-sektor ekonomi kelautan terhadap pendapatan domestik brutto (PDB) masih sangat kecil.
Selain itu, nilai ekspor dari sektor-sektor ekonomi kelautan juga masih relatif kecil. Apalagi dengan kondisi mayoritas nelayan, pembudidaya perikanan dan masyarakat kelautan lainnya yang masih dalam kemiskinan.
"Belum lagi kerusakan sumber daya alam dan lingkungan yang semakin meluas dan daya saing ekonomi kelautan Indonesia yang masih rendah," tuturnya. (*)
Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
