
Nadal Mulai Perjuangan Mencari Gelar Kesepuluh
Rabu, 27 Mei 2015 10:16 WIB

Paris, (Antara) - Menara Eiffel masih berdiri, Sungai Seine masih mengarahkan air ke laut, lalu lintas tetap macet, dan Rafa Nadal tetap melaju di Roland Garros pada Selasa.
Dengan semua rutinitasnya, ini adalah hari yang normal di Prancis Terbuka ketika Nadal meraih kemenangan ke-67 sejak melakukan debutnya di ajang itu pada 2005.
Terasa hanya ada sedikit perbedaan ketika petenis yang akan segera berusia 29 tahun itu memasuki Lapangan Phillipe Chatrier, lapangan dengan tanah liat merah yang telah menjadi panggung untuk sembilan gelarnya di dekade ini.
Dengan beberapa penurunan penampilan yang menimpa Nadal tahun ini, di mana ia kalah pada turnamen-turnamen lapangan tanah liat di Monte Carlo dan Roma, petenis Spanyol itu tiba di Paris dengan hanya menjadi favorit kedua untuk meraih gelar kesepuluhnya.
Menjalani ujian pertama dengan menghadapi petenis remaja Prancis Quentin Halys, petenis wildcard yang melakukan debut Grand Slamnya, Nadal semestinya tidak akan mendapat masalah.
Namun ia harus bekerja keras, di mana petenis muda itu mampu memaksa juara Grand Slam 14 kali itu bekerja keras sebelum kemudian petenis Spanyol itu menang 6-3, 6-3, 6-4.
Nadal sering kali mengambil waktu untuk mengumpulkan ketenangannya di Roland Garros, maka pertandingan pada Selasa yang memakan waktu satu jam 50 menit ini hanya memberi sedikit petunjuk mengenai kondisi kesehatannya.
Raketnya dilengkapi dengan teknologi komputer, yang berarti ia dapat mengunduh statistik-statistik untuk analisa-analisa berikutnya.
Namun unggulan keenam ini tahu bahwa ia harus memperbaiki permainannya untuk memenangi gelar, setelah berada di blok undian yang sama dengan petenis peringkat satu dunia Novak Djokovic dan unggulan ketiga Andy Murray.
Favorit turnamen Djokovic, seperti Nadal, harus menunggu dua hari untuk memainkan pertandingan pembukaannya namun ia dengan cepat mengumpulkan ketenangan melalui kemenangan 6-2, 7-5, 6-2 atas petenis Finlandia Jarkko Nieminen.
Petenis Serbia itu, yang sekarang laju kemenangannya sudah mencatatkan 23 pertandingan, sempat tertinggal 1-5 pada set kedua, namun ia sukses mengunci kemenangan dengan akurasi pukulan khasnya.
Unggulan teratas kategori putri Serena Williams bergabung dalam pesta, ia membuat semarak malam hari yang membosankan dengan pakaian merah jambu dan permainan bertenaganya untuk menaklukkan petenis kualifikasi asal Ceko Andrea Hlavackova dengan skor 6-2, 6-3.
Jika Nadal merasa gugup, hanya satu hal yang dapat dibayangkan dari apa yang dipikirkan petenis 18 tahun Halys.
Ia melepaskan service game pertamanya namun dirinya tidak terintimidasi, memukul bola dengan ancaman dan beberapa kali memaksa Nadal kerepotan di belakang baseline.
Service game lainnya tidak menguntungkannya ketika petenis wildcard ini melakukan tiga double fault, namun Halys mematahkan serve Nadal pada game keenam, memicu pujian dari para penonton yang mengagumi sang juara bertahan namun sekaligus mendukung petenis tuan rumah ini untuk.
Jika hasilnya tidak pernah berada dalam keraguan, Nadal tetap terlihat puas ketika ia mengamankan kemenangan pada match point pertamanya.
Nadal Puji Halys
Ketika dirinya puas dengan permainannya setelah gagal memenangi satu pun turnamen lapangan tanah liat Eropa tahun ini, Nadal terlihat sedikit bersedih ketika mengomentari permainan Halys, salah satu dari tujuh petenis remaja di undian ini.
"Ia mengambil resiko pada setiap bola," kata petenis Spanyol itu. "Itulah caranya bermain tenis. Lebih muda, agresif, memukul setiap bola dengan lebih cepat dan lebih kuat, mengincar pukulan kemenangan sepanjang waktu."
"Namun ketika poinnya adalah bermain pada kondisi-kondisi normal, saya pikir saya bermain baik."
Kompatriot Nadal, David Ferrer, unggulan ketujuh, melaju ke putaran kedua berkat kemenangan 6-1, 6-3, 6-1 atas petenis Slovakia Lukas Lacko, sedangkan juara AS Terbuka Marin Cilic menaklukkan petenis Belanda Robin Haase dengan skor 6-2, 6-4, 6-2.
Ferrer, runner up pada 2013, bergabung bersama Nadal sebagai petenis kedua yang telah memainkan 300 pertandingan di lapangan tanah liat.
"Itu hanya angka," kata pria Spanyol yang tidak suka basa-basi itu.
Eugenie Bouchard menjadi unggulan teratas yang tersingkir ketika petenis peringkat enam dunia itu, yang mencolok pada 2014 ketika ia mencapai final Wimbledon setelah menembus semifinal di Paris, takluk 4-6, 4-6 dari Kristina Mladenovic asal Prancis.
Petenis Bulgaria Grigor Dimitrov, unggulan kesepuluh kategori putra dan semestinya berpeluang bertemu Nadal di putaran keempat, harus tersingkir pada hadangan pertama untuk tahun kedua secara beruntun, di mana ia kalah tiga set dari petenis AS Jack Sock.
Dua mantan juara kategori putri Svetlana Kuznetsova (2009) dan Francesca Schiavone (2008) mampu lolos dari putaran pertama setelah keduanya memainkan pertandingan tiga set. (*)
Pewarta: Reuters
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
