Logo Header Antaranews Sumbar

Harkitnas, HMI Padang Ajak Pemuda Bangkitkan Nasionalisme

Rabu, 20 Mei 2015 18:26 WIB
Image Print
HMI Padang gelar diskusi panel bertajuk "Indonesia Sudah Bangkitkah" dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Universitas Negeri Padang, Rabu. (antarasumbar.com)

Padang, (Antara) - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang mengajak pemuda dan mahasiswa kembali membangkitkan semangat nasionalisme melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional.
Ketua Umum HMI Cabang Padang, Rifki Fernanda, pada diskusi panel bertajuk "Indonesia Sudah Bangkitkah" di Universitas Negeri Padang, Rabu, mengatakan, perkembangan terkini bangsa Indonesia cenderung memperlihatkan berbagai permasalahan sederhana berkembang menjadi permasalahan besar karena dipengaruhi oleh kepentingan politik dan kepentingan kelompok tertentu.

Akibatnya, imbuhnya, masyarakat mudah terprovokasi dan rasa cinta terhadap negara mulai terpinggirkan.
"Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional kali ini, diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan kebangsaan, terutama di tataran pemuda dan mahasiswa yang cenderung lebih populer mengkritisi permasalahan bangsa melalui jalur aksi turun ke jalan," katanya.

"Padahal, diskusi dan dialog intelektual lebih dapat membangun kesepahaman terhadap penyelesaian persoalan-persoalan yang dialami bangsa Indonesia saat ini," imbuhnya.
Sementara Asisten Pembantu Rektor III UNP, Dr. Dasril, M.Ag mengatakan, dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sudah semakin mengkhawatirkan, akibat dampak dari para pemimpin-pemimpin bangsa saat ini yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan dan lebih mengedepankan kepentingan kelompok tertentu.
"Salah satu yang menjadi contoh yakni Pemerintah saat ini yang diharapkan dapat menegakkan supremasi hukum di Indonesia malah terjebak dalam politisasi penegakkan hukum, sehingga apa perlu digaungkan kembali Reformasi jilid II," katanya.
Sementara itu, mantan aktivis mahasiswa Reno Fernandes lebih mengkritisi sistem pendidikan Indonesia yang sudah dikuasai oleh Kapitalisme.

Ia menyebutkan, Hari Kebangkitan Nasional diawali dengan berdirinya Boedi Oetomo yang merupakan sebuah organisasi yang didirikan oleh para pelajar Stovia, bertujuan untuk membangkitkan nilai-nilai pendidikan di Indonesia.
"Boedi Oetomo menjadi embrio berkembangnya organisasi-organisasi kepemudaan yang berbasis pendidikan seperti Taman Siswa hingga Muhammadiyah, yang bertujuan untuk memerdekakan pola berpikir generasi muda bangsa Indonesia dari doktrinasi penjajahan Belanda. Hal tersebutlah yang dianggap sebagai hari kebangkitan Indonesia dari keterjajahan secara intelektual dari Belanda," terangnya.
Namun, menurut Reno, pola pendidikan bangsa Indonesia saat ini kembali terjajah oleh kapitalisme. Hal ini jelas sangat berbeda dengan tujuan dasar Hari Kebangkitan Nasional yang bertujuan untuk membangkitkan nilai intelektua pendidikan rakyat Indonesia.

"Untuk itu, melalui momentum Harkitnas, sudah saatnya para pemuda dan mahasiswa Indonesia kembali bangkit menjadi agen perubahan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026