
Angkatan Kerja di Sumbar Capai 2,48 Juta
Selasa, 5 Mei 2015 17:39 WIB

Padang, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah angkatan kerja di daerah itu hingga Februari 2015 mencapai 2,48 juta orang.
"Angka tersebut bertambah 148,8 ribu orang dibandingkan Agustus 2014 yang berjumlah 2,33 juta jiwa," kata Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri di Padang, Selasa.
Menurut Yomin dari total 2,48 juta jiwa angkatan kerja di Sumbar sebanyak 2,32 juta jiwa memiliki status bekerja dan 148,7 ribu orang merupakan penganggur.
Kemudian terdapat 871,2 ribu orang yang berstatus pekerja tidak penuh dengan perincian setengah penganggur 317,4 ribu orang dan pekerja paruh waktu 553,8 ribu orang.
Lebih lanjut ia menjelaskan struktur lapangan kerja pada Februari 2015 didominasi oleh sektor pertanian, perdagangan, jasa kemasyarakatan, dan sektor industri yang merupakan penyumbang terbesar penyerap tenaga kerja di Sumbar.
Yomin menyebutkan penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai 909,9 ribu orang atau 39 persen, sektor industri 177,2 ribu orang atau 7,60 persen, sektor konstruksi 124,4 ribu orang atau 5,33 persen.
Kemudian, sektor perdagangan 542,8 ribu orang atau 23,2 persen,sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi 101,3 ribu orang atau 4,3 persen, sektor jasa kemasyarakatan 380,8 ribu orang atau 16,33 persen serta sektor lainnya 96 ribu orang atau 4,12 persen.
Lalu, penduduk yang bekerja penuh dengan waktu 35 jam ke atas per minggu, pada Februari 2015 mencapai 1,46 juta orang atau 62,64 persen.
Sementara itu, dalam setahun terakhir pekerja tidak penuh dengan jumlah jam kerja kurang dari 35 jam per minggu naik sebanyak 83,5 ribu orang atau 10,60 persen.
Di sisi lain, penduduk yang bekerja kurang dari 15 jam per minggu pada Februari 2015 mencapai 190,9 ribu orang, atau terdapat kenaikan 15,98 persen dibandingkan Februari 2014 yang berjumlah 164,6 ribu orang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Puji Atmoko mengemukakan pertumbuhan investasi di provinsi itu relatif stagnan sejak 2006 dibandingkan daerah lain di Sumatera.
Dalam delapan tahun terakhir pertumbuhan investasi Sumatera Barat hanya berada pada angka 5 sampai 10 persen dan tidak pernah berada diatas 15 persen, kata Puji.
Menurut dia belum maksimalnya pertumbuhan investasi akan ikut mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di daerah ini. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
