Logo Header Antaranews Sumbar

Asia Pasifik Bangun Roadmap Program Navigasi Udara

Rabu, 29 April 2015 15:21 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Wilayah Asia dan Pasifik membangun roadmap untuk kawasan tersebut dalam upaya ikut serta pada program navigasi udara global yang akan diterapkan pada 2028.

"Asosiasi penerbangan sipil internasional (ICAO) dan Badan Meteorologi Dunia (WMO) bersama-sama ingin mengembangkan global air navigation program 2013-2028, karena kita lihat itu tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri maka kita perlu lakukan proses regionalisasi," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya di Jakarta, Rabu.

Indonesia yang masuk dalam kawasan tersebut menjadi tuan rumah penyelenggaraan Regional Forum on Meteorological Services for Aviation Safety in Southeas Asia yang diselenggaran BMKG di Jakarta.

Program navigasi udara global ditargetkan prosesnya selesai pada 2028 di seluruh dunia dengan tahapan setiap lima tahun dalam implementasi yang disebut aviation system blog upgrade.

"Masing-masing negara mulai mengimplementasikan itu. Untuk lebih detil proses regionalisasi ini maka dilakukan konsolidasi bersama Asia dan Pasifik Barat, tentu masing-masing negara akan berbeda-beda dalam proses implementasinya Indonesia sudah memulai proses itu," kata Andi.

Pada regional Asia dan Pasifik, konsolidasi sangat penting dilakukan karena peningkatan frekuensi penerbangan yang sangat tinggi sekali.

"Pada 2025 penerbangan di dunia 42 persen ada di asia karena itu konsern kita pada keselamatan itu penting sekali," tambah Andi.

Andi mengatakan, ada 57 negara dalam regional Asia dan Pasifik tersebut yang berbeda karaktersitiknya dengan Amerika maupun Eropa yang merupakan daratan luas.

"Tantanagn di wilayah kita sangat besar, Amerika itu daratan begitu juga Eropa. Asia lautannya jauh lebih besar dari daratan dan interaksi antara atmosfer dengan lautan sangat tinggi sekali apalagi dilintasi khatulistiwa maka ada berbagai masalah cuaca," ujar Andi.

Selain masalah cuaca, juga ada masalah perbedaan teknologi antara negara sehingga perlu disinkronkan dalam satu roadmap. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026